klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Super Flu Apakah Mematikan Seperti Covid ? Ini Penjelasan kemenkes

avatar Apriliana Devitasari
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi terserang flu
Ilustrasi terserang flu

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan, perkembangan varian baru influenza A (H3N2) subclade K (Super Flu) di Indonesia masih terkendali. Varian Super Flu ini, tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Hasil surveilans nasional menunjukkan influenza A(H3) masih menjadi varian dominan di Indonesia. Tren kasus influenza secara nasional juga tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Kemenkes mencatat subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI. Deteksi tersebut diperkuat melalui pemeriksaan whole genome sequencing yang diselesaikan pada 25 Desember 2025.

Hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Berdasarkan analisis epidemiologi Kemenkes, Jawa Timur mencatat 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan 18 kasus, serta Jawa Barat 10 kasus. Sumatera Selatan melaporkan lima kasus, sementara Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta masing-masing satu kasus.

Kemenkes menyebutkan kasus paling awal terdeteksi di Jawa Tengah, sedangkan temuan terbaru berada di Jawa Barat. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine mengatakan pola ini menjadi dasar penguatan kewaspadaan di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” kata Prima dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Kemunculan super flu sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait tingkat bahaya varian tersebut. Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan subclade K tidak lebih mematikan dibandingkan influenza biasa maupun COVID-19.

“Apakah ini mematikan ke COVID? Tidak. Yang penting buat teman-teman, dia jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup. Sehingga kalau kena, sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi,” ucap Menkes dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, subclade K merupakan salah satu varian influenza tipe A dengan subtipe H3N2. Pola kemunculannya disebut serupa dengan varian virus COVID-19 saat pandemi.

“Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya, ini adalah flu biasa, influenza H3N2. Kan dulu ada Omicron, Delta, ini sama virusnya H3N2, kalau dulu kan virusnya COVID-19,” ujar Budi.

Menkes juga menambahkan, virus H3N2 cenderung meningkat setiap tahun di negara empat musim, terutama saat musim dingin. Sementara di Indonesia, peningkatan kasusnya dinilai tidak signifikan.

Editor :