klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

UMK Naik Tipis, Tiga Pabrik Sudah Antri Masuk Bojonegoro Awal 2026

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis tahun 2026 menjadi titik tolak pertumbuhan ekonomi daerah. Optimisme ini muncul setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan UMK Bojonegoro 2026 naik menjadi Rp 2.685.983, yang dinilai masih berada dalam batas aman bagi dunia usaha.

Kenaikan sekitar Rp 160 ribu itu ditetapkan melalui SK Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 yang ditandatangani Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 24 Desember 2025 dan mulai berlaku 1 Januari 2026.

Di tingkat provinsi, Bojonegoro berada pada peringkat ke-19 dari total kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara Surabaya masih menjadi daerah dengan UMK tertinggi mencapai sekitar Rp 5,2 juta, dan Situbondo berada di posisi terbawah dengan Rp 2,4 juta.

Menariknya, kenaikan UMK Bojonegoro justru memunculkan respons positif dari kalangan pemerintah daerah. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memastikan bahwa penyesuaian nominal tersebut tidak akan menghambat laju investasi, terutama sektor padat karya yang tengah diarahkan masuk ke Bojonegoro.

“Untuk kenaikan UMK Bojonegoro Rp 160 ribu masih aman, Mas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Wahono mengungkapkan, sepanjang 2026 Bojonegoro akan menjadi sasaran sejumlah investor yang telah menyampaikan minat membuka pabrik baru di wilayahnya. Pemerintah daerah bahkan mulai menyiapkan karpet merah berupa penyederhanaan perizinan.

“Mulai dari pabrik tekstil, pabrik rokok, hingga pabrik sepatu tahun depan akan masuk ke Bojonegoro. Harapannya tentu dapat menyerap tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Masuknya industri baru tersebut diprediksi menjadi titik awal pembentukan pusat ekonomi padat karya, sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini menyiapkan formula penguatan pelatihan tenaga kerja, termasuk penjajakan kerja sama dengan dunia industri untuk pemetaan kebutuhan keterampilan.

Dengan perpaduan antara UMK yang masih kompetitif dan daya tarik investasi yang meningkat, Bojonegoro secara bertahap mulai memposisikan diri sebagai wilayah yang ramah industri dan siap menjadi magnet lapangan kerja pada 2026.

Editor :