klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

200 Calon Jemaah Haji Sampang Jalani Screening Kesehatan Awal, Gagal Ginjal dan TBC Positif Berpotensi Gugur

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
PROSEDUR: Calon Jamaah Haji (CHJ) asal Kabupaten Sampang telah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap awal. (Ist)
PROSEDUR: Calon Jamaah Haji (CHJ) asal Kabupaten Sampang telah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap awal. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Sebanyak 200 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sampang telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan tahap awal sebagai syarat utama keberangkatan haji tahun 2026.

Pemeriksaan yang bertujuan memastikan jemaah memenuhi syarat istitoah (kemampuan fisik) ke Tanah Suci ini telah dimulai sejak 15 Oktober 2025.

Staf Surveilans dan Haji dari Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, Hafidz, menyampaikan bahwa proses screening tahap awal ini akan ditutup menjelang akhir November.

"Proses screening selesai di akhir November. Selanjutnya, seluruh hasil akan diumumkan sebelum jemaah memasuki tahap pelunasan biaya haji," terang Hafidz, Jumat (28/11/2025).

Hafidz menjelaskan bahwa syarat istitoah hanya diberikan kepada jemaah yang memenuhi seluruh persyaratan kesehatan. Ia menegaskan, terdapat beberapa penyakit berisiko tinggi yang berpotensi besar menggugurkan keberangkatan calon jemaah.

Dua kondisi utama yang menjadi perhatian adalah Gagal Ginjal yang membutuhkan kontrol darah intensif, dan Tuberkulosis (TBC) Positif.

Selain penyakit berat, Hafidz menambahkan bahwa kendala mobilitas juga menjadi penilaian penting. Sementara bagi jemaah yang masih memerlukan kelengkapan data, akan diminta melanjutkan pemeriksaan dan kontrol ke rumah sakit, terutama jemaah lanjut usia (lansia).

Meski demikian, hingga saat ini, Hafidz menyebut kondisi jemaah Sampang cukup stabil. "Belum ada temuan kasus berat yang menghambat pemeriksaan lanjutan," ungkapnya.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sampang, Sayfuddin, memastikan bahwa screening kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini tidak hanya menilai riwayat medis, tetapi juga kemampuan fisik jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.

"Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, riwayat penyakit, sampai tingkat aktivitas jemaah. Ini penting agar mereka benar-benar siap saat berada di Arab Saudi," paparnya.

Sayfuddin menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan ini akan menjadi dasar pengurusan dokumen penting seperti paspor dan visa.

"Semua prosedur dilakukan berurutan supaya pengurusannya tertata dan tidak menumpuk," tukasnya.

Editor :