KLIKJATIM.Com | Sampang - Produksi beras di Kabupaten Sampang terus menunjukkan tren kenaikan selama tiga tahun terakhir.
Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP, jumlah produksi di 2025 mencapai 346 ribu ton, sementara tahun 2024 hanya 325 ribu ton.
“Ini bukti sektor pertanian kita bergerak positif,” ucap Kepala Disperta KP Sampang, Suyono, Rabu (19/11/2025).
Suyono memaparkan, bahwa lonjakan produksi beras tahun ini dipengaruhi oleh perluasan lahan tanam, yaitu mencapai 8.000 hektare. Selain itu, peran aktif TNI dan petani menjadi kunci keberhasilan perluasan lahan tersebut. “Kerja gotong royong semua pihak membawa dampak signifikan," terangnya.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan Kabupaten Sampang berada dalam kategori aman, sebab masyarakat Madura cenderung mempertahankan gabah di wilayah sendiri. Kebiasaan tersebut mampu menjaga cadangan pangan tetap terkontrol dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika pasar luar daerah.
Selain menjaga stok di tingkat lokal, pola panen yang tersebar juga membantu mengurangi risiko kekurangan beras. Pemerintah memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan
Dalam menghadapi perubahan iklim, pemerintah daerah terus melakukan mitigasi agar produksi tidak terdampak signifikan. Upaya pemantauan kondisi tanaman dilakukan rutin guna menghindari gagal panen.
Tetapi, kata Suyono, peningkatan produksi belum membuat pemerintah daerah puas. Sehingga fokus selanjutnya ialah meningkatkan produktivitas melalui benih unggul yang adaptif terhadap cuaca ekstrem.
“Benih unggul membawa dampak langsung pada hasil panen,” pungkas Suyono.
Editor : Wahyudi