klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bank Jatim–Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Tiga Kerja Sama Strategis di Misi Dagang Kupang

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus (Dok/BJTM)
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus (Dok/BJTM)

KLIKJATIM.Com | Kupang — Gelaran Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur, berlangsung sukses pada Kamis (6/112025).

Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan dukungan penuh dengan menghadirkan UMKM binaan sekaligus menandatangani sejumlah kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Kegiatan yang digelar di Aston Kupang Hotel & Convention Center ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur NTT Johni, serta jajaran Direksi Bank Jatim.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa misi dagang menjadi sarana penting mempertemukan pelaku UMKM antarprovinsi dengan para pembeli, sekaligus membuka ruang pertukaran sosial budaya. “Bank Jatim terus hadir untuk membantu UMKM dalam hal pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Kehadiran kami di sini untuk memperluas jaringan pasar UMKM binaan dan mendukung pemerintah memperkuat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan NTT,” ujarnya.

Tiga UMKM binaan Bank Jatim ikut diperkenalkan dalam kegiatan ini, yaitu Rumah Kue Obby (kue kering), Rambak Pak Djarwo (kerupuk rambak), dan Capem Asembagus (batik). Produk UMKM tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat NTT dan memperluas pasar pelaku usaha lokal.

Sebagai tindak lanjut Kelompok Usaha Bank (KUB), Bank Jatim dan Bank NTT menandatangani tiga dokumen kerja sama sekaligus. Pertama, nota kesepahaman mengenai pemanfaatan bersama produk, layanan, channel, dan kapabilitas. Kedua, perjanjian kerja sama layanan prioritas. Ketiga, perjanjian penggunaan jasa kustodian. “Sinergi ini kami yakini dapat memperkokoh ketahanan ekonomi, memperluas layanan keuangan, dan memperkuat fondasi ekonomi di kawasan timur Indonesia,” jelas Winardi.

Dalam ruang lingkup kerja sama layanan prioritas, Bank Jatim memberikan dukungan kepada Bank NTT untuk pengembangan layanan prioritas, mulai dari mekanisme pengurusan kartu ATM Prioritas di Bank Indonesia, akses ke merchant prioritas, hingga pemenuhan dokumen pelaporan ke regulator. Sementara itu, dalam perjanjian kustodian, Bank Jatim bertindak sebagai kustodian untuk pengadministrasian aset nasabah Bank NTT.

Winardi menegaskan, kerja sama KUB bukan hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan dan pemerataan ekonomi. “KUB antara Bank Jatim dan Bank NTT merupakan langkah memperkuat struktur, ketahanan, dan daya saing BPD agar semakin efisien dengan skala ekonomi lebih tinggi. Ini bukti bahwa antarbank daerah mampu saling memperkuat tanpa kehilangan identitas lokal,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai, kolaborasi Bank Jatim dan Bank NTT bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan bentuk sinergi strategis BPD yang berada dalam pengawasan ketat OJK. “Langkah ini mencerminkan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem ekonomi regional melalui kolaborasi antardaerah,” ujarnya.

Gelaran misi dagang kali ini kembali mencatatkan capaian impresif. Dalam satu hari, transaksi antara pelaku usaha dua provinsi mencapai Rp1,882 triliun—tertinggi sepanjang 46 kali penyelenggaraan misi dagang Jatim. Khofifah menilai capaian tersebut dipengaruhi harmonisasi sosial, kedekatan budaya, dan tingginya aktivitas pelaku usaha Jatim di NTT, mulai dari Lamongan hingga Banyuwangi, terutama di sektor kuliner.

Ia menegaskan, keberhasilan misi dagang di NTT merupakan bukti kuatnya konektivitas ekonomi antarwilayah. Beragam komoditas diperdagangkan, mulai sektor pangan, peternakan, perikanan, pertanian, logistik, hingga material konstruksi.

Editor :