KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang melakukan penutupan pelayanan bagi para pemudik dari Bali ke Jawa atau sebaliknya. Sebelumnya Pemkab Banyuwangi mengirimkan surat agar penyerebangang Ketapang Gilimanuk ditutup sementara untuk memutus rantai penyebaran COVID 19.
[irp]
"Terima kasih kepada ASDP atas dukungan untuk memutus rantai Covid-19. Kami memihta maaf kepada masyarakat yang saat ini tidak nisa mudik karena ini demi keluarga anda yang ada di kampung," kata Bupati Abdullah Azwar Anas.
Dijelaskan, respon cepat PT AsDP Indonesia Ferry yang merespon langsung surat darinya untuk meminta ditutupnya penjualan tiket bagi po ra pemudik. "Surat sudah saya kirimkan kemarin sore. Langsung dilakukan penutupan dinihari. Sekali lagi ini demi menyelamatkan nyawa orang banyak. Tidak hanya di Banyuwangi ataupun Jawa. Tapi juga warga Bali," kata Bupati Banyuwangi.
Fahmi Alweni, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, menjelaskan, penghentian pelayanan penyeberangan ini berlaku sejak pukul 00.00 WIB, Jumat (1/5/2020) dinihari. Pihaknya untuk sementara tidak melayani penyeberangan bagi penumpang pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan roda empat dan kendaraan angkutan penumpang seperti minibus dan bus. Penghentian pelayanan penyeberangan ini untuk membatasi penularan COVID-19. Sementara untuk kendaraan logistik masih diperbolehkan menyeberang ke Bali.
[irp]
"Memang benar. Sejak pukul 00.00 WIB, kita tidak melayani penyeberangan bagi para pemudik. Mereka yang menggunakan mobil pribadi, motor dan pejalan kaki tak boleh menyeberang. Pun juga bagi minibus dan bus yang membawa pemudik juga tak bisa kamu layani," ujar dia
Dasar dari penghentian pelayanan ini, kata Fahmi, menyusul turunnya Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 25 Tahun 2020; Surat Bupati Banyuwangi No: 500/2378/429.108/2020 tanggal 30 April 2020 perihal Pengoperasian Angkutan Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk dan Surat Gubernur Bali Nomor: 551/3222/Dishub tanggal 30 April 2020 perihal Pengendalian Pintu Masuk Bali Melalui Pelabuhan Penyeberangan.
"Kami tetap melakukan pelayanan di dalam pelabuhan. Namun yang kami layani adalah kendaraan logistik dan kendaraan barang," tambahnya. (hen)
Editor : Abdus Syukur