KLIKJATIM.Com | Sumenep - Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sumenep, M. Kholilur Rahman mengungkapkan, bahwa seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di wilayahnya belum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kendati demikian, Kholilur memastikan bahwa seluruh dapur yang beroperasi sudah dalam proses pengajuan sertifikasi tersebut.
“Ya, semuanya masih dalam tahap proses pengurusan,” ujar Kholilur saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (14/10).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sembilan dapur MBG yang beroperasi di bawah koordinasi SPPG Sumenep. Pihaknya terus memantau perkembangan setiap dapur dan meminta agar proses pengajuan SLHS dilakukan secara berkala.
“Kami berkoordinasi dengan semua dapur. Setiap waktu kami minta pembaruan terkait proses sertifikasinya,” kata dia.
Kholilur menambahkan, proses penerbitan SLHS mencakup sejumlah tahapan penting, seperti inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) serta uji laboratorium terhadap pangan dan air.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh makanan yang disajikan aman dikonsumsi, memenuhi standar gizi, serta halal.
“Kalau ada kendala atau masalah, kami langsung turun ke lapangan dan bantu melaporkannya ke pimpinan,” jelasnya.
Menurut Kholilur, sertifikasi ini menjadi upaya pencegahan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) seperti kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
“Kami sangat berharap hal serupa tidak sampai terjadi di Sumenep,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mencatat sudah menerima sekitar 12 pengajuan SLHS dari dapur MBG.
Sebagian di antaranya bahkan telah mengikuti pelatihan awal sebagai syarat administratif sebelum penerbitan sertifikat.
Meski begitu, tidak semua dapur tersebut sudah beroperasi. Beberapa masih menunggu hasil pemeriksaan dan belum memulai aktivitas distribusi makanan bergizi gratis. (ris)
Editor : Hendra