KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat tingginya angka laporan penyelamatan atau rescue selama bulan Juli 2025. Kepala Dinas Damkar Gresik, Suyono, menyebutkan bahwa dari total 97 kejadian yang ditangani sepanjang bulan tersebut, 79 di antaranya merupakan misi penyelamatan non-kebakaran.
Menariknya, ular piton menjadi jenis hewan yang paling banyak dilaporkan dalam misi penyelamatan itu.
“Selama Juli, kami menerima 79 laporan penyelamatan dan 18 kejadian kebakaran. Dari laporan rescue, sebagian besar berkaitan dengan kemunculan ular piton, selain juga penyelamatan terhadap hewan peliharaan seperti kucing dan penanganan sarang tawon vespa,” ungkap Suyono.
Salah satu laporan penyelamatan pada bulan Juli yang terkait ular piton terjadi pada Kamis malam, 31 Juli 2025, di kawasan perumahan Golden East 3 Cluster Montana, Blok C17, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Seekor ular piton dengan panjang sekitar 2 meter terlihat menyusup ke depan rumah warga usai menyebrang jalan perumahan.
Baca juga: Sinergi Damkar KEK JIIPE, Pemkab Gresik dan Industri Kawasan Ciptakan Kesigapan Penanganan KebakaranPetugas keamanan setempat, Bapak Andrian, yang pertama kali melihat ular tersebut segera menghubungi Posko Kota Damkar Gresik sekitar pukul 23.09 WIB. Tim pemadam pun bergerak cepat. Enam belas menit kemudian, mereka diberangkatkan ke lokasi dan tiba pada pukul 23.37 WIB.
Petugas yang sudah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan membawa peralatan khusus seperti penjepit ular, langsung melakukan evakuasi. Proses penangkapan berhasil dilakukan tanpa kendala berarti, dan operasi penyelamatan dinyatakan selesai pada pukul 00.00 WIB.
“Tim berhasil mengamankan ular piton tersebut tanpa membahayakan warga sekitar. Ular itu selanjutnya diamankan dan dievakuasi sesuai prosedur,” kata Suyono.
Suyono menambahkan, tren meningkatnya laporan penyelamatan ular di kawasan permukiman menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta kerja sama yang baik antara warga dan petugas. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan segera menghubungi petugas jika menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan sekitar. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar