klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tak Ada Kata Terlambat: Kades di Gresik Lulus Kejar Paket C Lewat Program JAKETKU

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik — Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal ini dibuktikan oleh Hariyono (57), Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Meski telah menjabat sebagai kepala desa dan memiliki tiga anak yang telah sukses, Hariyono tetap memilih untuk menempuh pendidikan melalui program Kejar Paket C yang setara dengan jenjang SMA.

Hariyono menempuh pendidikan melalui program JAKETKU (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah), sebuah terobosan dari Pemerintah Kabupaten Gresik yang digulirkan sejak tahun 2022. Ia menyelesaikan proses belajar di PKBM Pekalongan, Kecamatan Tambak, dan kini dinyatakan lulus.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi tekad Hariyono untuk terus belajar di usia yang tidak lagi muda. “Pak Hariyono adalah inspirasi. Usia bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu. Semoga ilmunya membawa manfaat dan memberi motivasi kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.

Seiring perkembangannya, program JAKETKU kini memiliki perluasan berupa JAKETKU Plus, yang mencakup pelatihan kewirausahaan untuk 15 pengrajin lokal. Pemerintah Kabupaten Gresik juga menjalin kerja sama dengan Universitas Gresik dan Dinas Tenaga Kerja untuk menyediakan beasiswa jenjang S1 bagi lulusan program ini.

Baca juga: Momen Hari Anak Nasional 2024, Bupati Gresik Tekankan Pemenuhan Empat Pilar Hak Anak
Dalam acara Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA” yang digelar di Atrium Gressmall Gresik pada Rabu, 23 Juli, Bupati Fandi secara simbolis menyerahkan ijazah kepada para lulusan kejar paket A, B, dan C. Hariyono menjadi salah satu penerima ijazah sekaligus perwakilan peserta dari kalangan aparat desa.

Menurut Hariyono, keberhasilan ini bukan hanya soal ijazah, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan teladan sebagai seorang pemimpin. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C punya makna yang dalam. Ini bisa menjadi contoh, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memotivasi diri untuk terus belajar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas kesempatan yang diberikan melalui program ini. Hariyono berharap, JAKETKU bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk melakukan hal serupa.

“Jika Allah SWT memberi rezeki dan kesempatan, saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh yang baik dan memberi manfaat luas,” tutupnya. (qom)

Editor :