KLIKJATIM.com | Gresik – Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Gresik Periode 2024-2028 pada Sabtu 22 Juni 2025, menjadi momentum strategis dalam meneguhkan peran organisasi dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi, dan penjagaan ideologi bangsa. Pelantikan tersebut digelar di Halaman Kantor Bupati Gresik.
Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Ludfi Khambali, menegaskan bahwa Ansor sebagai badan otonom pemuda NU telah melalui sejarah panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, Ansor bukan sekadar organisasi besar dari sisi massa, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial dan penjaga nilai-nilai ideologis negara.
“Dengan tagline Ansor Satu Komando, Ansor Maju Satu Barisan, kami teguhkan komitmen menjaga warisan ulama dan mewujudkannya sebagai kontribusi nyata, khususnya bagi masyarakat Gresik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa PC GP Ansor Gresik konsisten menjaga nilai-nilai Aswaja dan moralitas masyarakat Gresik sebagai kota santri. Selain aktif dalam kegiatan sosial, Ansor Gresik juga fokus pada pengembangan SDM melalui Ansor University dan pemberdayaan ekonomi melalui BUMA (Badan Usaha Milik Ansor).
Lebih lanjut, Ludfi menyampaikan bahwa kader Ansor berasal dari berbagai latar belakang profesi dan terbuka untuk berkolaborasi lintas elemen masyarakat.
PCNU Dukung Peran Strategis Ansor
Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi, mengapresiasi kiprah Ansor dan berharap agar organisasi ini aktif dalam proses perubahan di Gresik.
“Ansor harus masuk ke semua lini, bukan untuk meminta jatah, tetapi untuk berdialog dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya keterlibatan Ansor dalam diskursus publik seperti hukum, ekonomi, dan kebijakan, melalui konsep Taswirul Afkar. Ia juga menekankan pentingnya peran ilmu dalam pergerakan Ansor, serta mengimpikan adanya program mencerdaskan anak bangsa yang melibatkan kader Ansor langsung di masyarakat.
Baca juga: Mochamad Wahyudi Terpilih Menjadi Ketua GP Ansor Bojonegoro Saat Konfercab XX
Dana Abadi dan Kaderisasi sebagai Pilar Kekuatan
Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, Rifqi Al-Mubarok, menanggapi usulan Bupati Gresik agar Ansor membangun dana abadi Ansor yang dikelola secara mandiri melalui iuran anggota. Ia menilai langkah ini strategis untuk memperkuat kemandirian organisasi.
“Khidmat itu seperti semen—kuat, kokoh, tapi tidak terlihat. Tidak perlu flexing dalam berkhidmat. Yang penting kaderisasi berjalan, dan kepemimpinan terjaga,” kata Rifqi.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kaderisasinya. Organisasi harus mencetak kader tangguh yang tidak meninggalkan organisasi saat telah sukses secara pribadi.
Pemerintah dan Ansor: Siap Bersinergi
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan bahwa nilai-nilai spiritual dan tradisi keagamaan harus tetap dijaga di tengah geliat investasi nasional yang masuk ke Gresik.
“Jumlah kader penting, tapi tak cukup. Harus dibarengi kapasitas. Kaderisasi dan program kerja Ansor harus konkret dan terukur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dengan Ansor dalam membangun Gresik.
Dukungan dari Legislator Nasional
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKB, Gus Jazilul Fawaid, turut memberikan semangat. Ia mengapresiasi soliditas kader Ansor Gresik dan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual.
“Kekompakan sudah ada. Tinggal satu: tambah pintar dan tambah kapasitas,” pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Sunan Gresik yang dibesut Gus Jazil siap memberikan beasiswa penuh selama 4 tahun bagi kader dan keluarga Ansor sebagai dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas SDM. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar