klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Petani Milenial di Sumenep Dorong Penggunaan NPK Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Peserta FGD Petani Milenial Sumenep menyimak paparan inovasi pupuk NPK organik di ruang rapat Tim Ahli Pemkab Sumenep. (dok. M.Hendra.E/KLIKJATIM.Com)
Peserta FGD Petani Milenial Sumenep menyimak paparan inovasi pupuk NPK organik di ruang rapat Tim Ahli Pemkab Sumenep. (dok. M.Hendra.E/KLIKJATIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Komunitas Petani Milenial Sumenep terus mendorong kemandirian petani melalui pendekatan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan diskusi kelompok terfokus (FGD) bertema Membangun Kemandirian Petani melalui Inovasi Pupuk Organik, mereka mengangkat potensi pupuk NPK Organik sebagai solusi atas permasalahan kelangkaan pupuk kimia yang sering dialami petani.

Acara yang berlangsung di ruang rapat Tim Ahli Pemerintah Kabupaten Sumenep ini dihadiri oleh sejumlah anggota komunitas petani milenial dan Asisten Tim Ahli Bupati Bidang Pertanian, M. Ridwan.

Diskusi semakin mendalam dengan kehadiran narasumber utama, yakni pakar pertanian Dr. Slamet, yang memberikan pemaparan terkait manfaat teknis dan aspek lingkungan dari penggunaan pupuk organik tersebut.

Ketua Komunitas Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim menjelaskan, bahwa jenis NPK Organik yang mereka kembangkan didukung oleh mikroorganisme unggulan.

Mikroba ini berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penyerapan fosfat oleh tanaman, mengurangi serangan penyakit yang disebabkan jamur dan bakteri, sekaligus memperbaiki tekstur tanah serta kualitas air.

"Penggunaan pupuk NPK Organik ini bukan sekadar alternatif saat pupuk kimia sulit didapat, tapi lebih jauh merupakan langkah nyata kami dalam mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan mandiri," kata Halim, Rabu (18/6).

Ia menambahkan bahwa metode aplikasinya juga sederhana. Pupuk ini bisa disemprotkan langsung ke lahan atau digunakan dengan cara merendam bibit sebelum proses penanaman.

Dalam penjelasannya, Dr. Slamet mengajak para petani untuk kembali pada prinsip-prinsip pertanian alami. Ia menilai, lahan pertanian yang selama bertahun-tahun bergantung pada pupuk buatan kini perlu direstorasi agar kesuburannya terjaga.

"Pupuk NPK Organik ini membawa pesan kuat: dari alam dan kembali ke alam. Kita harus mengembalikan kesuburan tanah tanpa ketergantungan pada bahan sintetis," ujarnya.

Sementara itu, M. Ridwan mengapresiasi inisiatif komunitas petani muda ini sebagai refleksi perubahan cara berpikir yang lebih progresif.

Menurutnya, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa generasi milenial di sektor pertanian tidak sekadar bekerja di lapangan, tetapi juga memiliki visi strategis.

"Langkah mereka memperkenalkan pupuk NPK Organik adalah bukti bahwa petani muda kini lebih visioner, berpindah dari kebiasaan konsumtif menuju cara berpikir yang produktif dan mandiri," tutur Ridwan.

Ia juga menilai bahwa kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan yang dimiliki oleh petani generasi muda merupakan bekal penting untuk membangun sistem pertanian yang lebih efisien, sehat, dan berjangka panjang. (ris)

Editor :