KLIKJATIM.Com | Sumenep - Tiga pulau yang termasuk wilayah administratif Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilanda banjir rob sejak Selasa, 27 Mei 2025.
Genangan air laut yang naik ke daratan tersebut menyebabkan lebih dari seratus rumah warga terendam, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter.
Kepala Desa Saobi, Hosaini, menjelaskan bahwa Desa Saobi terdiri dari sembilan dusun yang tersebar di tiga pulau berbeda, yakni Pulau Sapapan, Bungin Nyarat, dan Saobi.
“Yang paling terdampak itu Dusun Pulau Bungin Nyarat. Di sana lebih dari seratus rumah warga terendam air. Jumlah kepala keluarganya sekitar 200 KK,” ujar Hosaini kepada awak media, Rabu (28/5).
Meski dampak paling parah terjadi di Bungin Nyarat, wilayah lain di pulau berbeda juga tak luput dari genangan air. Beberapa dusun di Pulau Saobi dan Sapapan mengalami banjir meskipun dengan skala yang lebih ringan.
“Seperti di Dusun Timur Sungai dan Dusun Jembatan, ada sekitar 10 sampai 25 rumah warga yang kemasukan air laut. Secara keseluruhan, ketiga pulau yang masuk wilayah Desa Saobi terdampak banjir rob. Tapi memang Bungin Nyarat yang kondisinya paling parah,” jelasnya.
Tak hanya merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan gangguan pada akses transportasi utama, khususnya di Pulau Saobi. Jalan-jalan penghubung tak bisa dilalui, membuat aktivitas warga menjadi lumpuh.
“Tidak ada warga yang mengungsi. Mereka hanya bertahan di rumah sambil mengamankan barang-barang mereka dari genangan air,” tambah Hosaini.
Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi tahun ini. Menurut Hosaini, sepanjang tahun 2025, banjir rob telah melanda kawasan tersebut dua kali. Umumnya, air pasang yang masuk ke permukiman warga bertahan antara lima hingga tujuh hari sebelum surut.
Pihaknya pun berharap ada langkah nyata dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk mengatasi bencana musiman ini.
“Kalau cuma membangun tangkis laut, itu belum cukup,” pungkasnya singkat. (ris)
Editor : Hendra