KLIKJATIM.Com | Sumenep - Para ibu rumah tangga di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memainkan peran vital dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan hasil laut.
Berbekal tangkapan para suami yang mayoritas nelayan, mereka mengolah berbagai jenis ikan seperti teri, cumi, dan hasil laut lainnya menjadi produk unggulan seperti sambal teri, sambal cumi, dan sambal petis dengan cita rasa yang unik dan khas daerah.
Sebagai daerah kepulauan dengan total 126 pulau, Sumenep dihadapkan pada tantangan besar dalam mendorong roda ekonomi, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang tersebar.
Namun, kondisi geografis yang tidak mudah tersebut justru menjadi pemicu semangat para perempuan pesisir untuk terus berkembang dan berdaya secara ekonomi.
Upaya pemberdayaan ini diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) bernama Tiaramida Jaya.
Hamidah, Ketua Poklahsar Tiaramida Jaya, menyampaikan bahwa aktivitas produksi makanan olahan ini bukan hanya soal menambah pemasukan rumah tangga, tetapi juga menjadi bukti nyata peran perempuan dalam pembangunan ekonomi di tingkat lokal.
"Kami sebagai perempuan juga harus mampu ikut berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan dapur dan keluarga. Tidak melulu mengandalkan suami untuk mencari nafkah, kita pun bisa ambil bagian," kata Hamidah dengan semangat, Kamis (8/5) pagi.
Proses pembentukan kelompok ini didampingi oleh Penyuluh Perikanan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep yang bertugas di wilayah Pakandangan Barat, Rully Resha Rahmatilla.
Ia menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas perempuan pesisir agar produk olahan laut bisa semakin kompetitif di pasar.
“Pengolahan ikan teri dan hasil tangkapan laut lainnya menjadi sambal khas menjadi alasan lahirnya kelompok ini. Poklahsar Tiaramida Jaya diharapkan menjadi wadah kolaboratif yang memperkuat bisnis perempuan pesisir dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas serta profesional,” terang Rully.
Acara pembentukan Poklahsar juga dihadiri oleh Ketua Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Cabang Sumenep, Yusnaniyah, yang menyatakan dukungannya.
Menurutnya, kelompok perempuan yang hidup di pesisir masih termasuk kategori rentan dan perlu didorong agar mandiri secara ekonomi.
“KPPI hadir untuk menguatkan perempuan-perempuan di wilayah pesisir agar lebih berdaya. Fokus kami mencakup pemberdayaan dalam bidang ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan. Di desa ini, kami melihat potensi yang luar biasa dan sayang jika tidak dikembangkan,” ujarnya.
KPPI juga menyediakan sejumlah program yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan pesisir, seperti pelatihan usaha kecil, edukasi seputar kesetaraan dan keadilan gender, serta pembentukan jaringan usaha dan kemitraan untuk memperluas akses pasar.
Lahirnya Poklahsar Tiaramida Jaya menjadi bukti nyata bahwa perempuan-perempuan di wilayah pesisir Sumenep tidak hanya mampu berdiri sejajar, tapi juga menjadi penggerak utama dalam membangun ekonomi lokal.
Ini adalah potret perkembangan masyarakat kepulauan yang bertumpu pada kerja sama, kemandirian, dan semangat kebersamaan yang inklusif. (ris)
Editor : Hendra