klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SIG Dorong Kemandirian Industri Lewat Penggunaan Produk Lokal

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pengecekan kualitas produk (Dok)
Pengecekan kualitas produk (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendukung kemandirian dan daya saing industri nasional kembali dibuktikan melalui peningkatan belanja produk dalam negeri. Sepanjang tahun 2024, SIG mencatat realisasi pembelian produk dalam negeri sebesar Rp23,06 triliun, atau 93,01�ri total belanja barang dan jasa senilai Rp24,79 triliun. Capaian ini menjadi wujud nyata kontribusi SIG dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa penggunaan produk dalam negeri merupakan langkah strategis untuk mendukung keberlangsungan operasional sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal. “Industri dalam negeri yang maju akan berkontribusi besar pada ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

SIG secara konsisten meningkatkan penggunaan suku cadang lokal melalui pemberdayaan UKM dan kemitraan dengan industri nasional. Pada 2024, penggunaan suku cadang lokal di seluruh pabrik SIG tumbuh 20,70% menjadi Rp787 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp652 miliar, bahkan melonjak 157% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp306 miliar.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Kordinasi Sekaligus Halal Bihalal
Capaian ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional. Selain itu, jumlah UKM binaan SIG yang memproduksi suku cadang mengalami peningkatan signifikan, dari 8 menjadi 17 UKM. Hal ini didukung oleh pendampingan menyeluruh yang meliputi edukasi spesifikasi produk, pembuatan prototipe, uji coba, hingga pengujian performa di pabrik-pabrik SIG.

Ke-17 UKM mitra tersebut antara lain: PT Papaja Maju Mandiri, PT 3S International, PT Kawani Tekno Nusantara, PT Bimuda Karya Teknik, PT Sari Teknindo Perkasa, CV Desra Teknik, PT Aneka Mitra Indoguna, PT Ganding Toolsindo, PT Cahaya Abadi Technic, CV Rejeki Abadi Machinery, PT Putra Bungsu Makmur, PT Baja Kurnia, PT Kito Multi Industri, PT Utama Karya Techindo, PT Harapan Jaya Globalindo, PT Granada Andalusia Perkasa, dan PT Mustajaya.

“Dengan menggantikan suku cadang impor melalui produk UKM, SIG menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh suku cadang yang andal secara teknis dan ekonomis, sementara UKM memperoleh akses pasar dan peningkatan daya saing,” tutup Vita Mahreyni. (qom)

Editor :