klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Memenuhi Syarat, Warga Bawean yang Tertahan di Gresik Boleh Berlayar

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga Bawean sedang menuju surat keterangan sehat di Puskesmas Alun-alun Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Warga Bawean sedang menuju surat keterangan sehat di Puskesmas Alun-alun Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Ratusan warga Bawean yang terdampar di Gresik menjalani tes kesehatan di Puskesmas Alun-alun Gresik Kota, Rabu (22/4/2020). Rencananya setelah mendapatkan surat keterangan (SK) sehat, warga akan diperbolehkan layar dengan kapal ASDP Giliyang.

Salah satu tim medis Covid-19 Puskesmas Alun-alun Gresik, Muh Hasanul Bulqiyah mengungkapkan, ada sekitar 100 orang asal Bawean yang datang dari Batam, Surabaya, Gresik dan ada beberapa dari Malaysia periksa  ke Puskesmas Alun-alun Gresik Jalan Pahlawan, Gresik Kota.

"Mereka melakukan pemeriksaan dan mengambil surat keterangan sehat untuk syarat penyebrangan ke pulau Bawean," jelasnya.

Dikatakan Hasanul Bulqiyah, pihaknya melakukan pemeriksaan sejak pukul 08.00 WIB sampai selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan hanya memberikan 100 surat keterangan sehat.

"Kita hanya bisa mengeluarkan 100 surat sehat semasa pandemi Covid-19, berdasarkan intruksi dari Dishub Gresik dengan mengeluarkan surat keterangan sehat dari puskesmas terdekat," ujar Kiki sapaan akrabnya.

Yang nantinya lanjut Kiki, akan disarankan ke jadwal penyebrangan kapal Giliyang. "Tapi  jika ada pasien memiliki suhu badan 37,5 kita tidak memberikan surat sehat karena dalam observasi, dan Puskesmas sudah menutup SK sehat karena sudah mengeluarkan 100 surat sehat," tambahnya.

[irp]

Sementara itu Kadishub Gresik Nanang Setiawan menjelaskan, pihaknya akan membolehkan penumpang yang terdampar di Gresik berlayar pulang ke Bawean dengan dua syarat yang harus disiapkan calon penumpang.

"Yang pertama, warga harus mempunyai surat keterangan rekomendasi dari Kecamatan dan Desa asalnya, dan yang kedua, warga harus mempunyai surat keterangan sehat dari puskesmas yang sudah diketahui Dinas Kesehatan, begitu juga penumpang dari Bawean," katanya kepada klikjatim.com.

[irp]

Diakui Nanang, pihaknya menerima data warga terdampar hanya ada 87 orang. Dan terkait puskesmas yang sudah mengeluarkan 100 surat keterangan sehat, bisa mengikuti kapal Giliyang.

"Bisa, jadi jumlah penumpang Gilyang 197, kapasitasnya harus separuh dari ketersediaan yang tersedia, yakni maksimal hanya 98, data di kami ada 87 dengan tetap syarat kedua itu," tandasnya.

Terkait dengan warga yang masih belum bisa berlayar, pihaknya akan berencana membuat peraturan untuk Puskesmas Alun-alun sebagai rekomendasi dari Gresik, RS Umar Mas'ud rekomendasi dari Bawean.

"Jadi suratnya harus hari itu juga, hari keberangkatan, jika belum menerima SK sehat, bisa diikuti saat ada jadwal kapal Giliyang selanjutnya," pungkas Nanang.

Sebelumnya, ada sekitar 100 lebih warga Bawean yang terdampar akibat diperpanjang pemberhentian operasi dua  kapal cepat penumpang Bawean-Gresik. (bro)

Editor :