KLIKJATIM.Com | Surabaya - Peranan perempuan di saat wabah pandemi virus corona saat ini benar-benar diuji. Tidak hanya pintar mengatur keluarga dan mengelola keuangan rumah tangga, namun juga menghadapi risiko kematian saat bertugas menjadi garda depan penanggulangan corona.
[irp]
"Risiko itu dapat terlihat dari data yang dirilis Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI dimana mayoritas perawat yang meninggal adalah perempuan. Dari 16 orang perawat yang meninggal akibat Covid-19, 11 orang diantaranya adalah perempuan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menyikapi momen peringatan Hari Kartini 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Gubernur perempuan pertama Jatim tersebut, peran seorang perempuan selama masa darurat Covid-19 ini benar-benar sangat diuji di semua lini dan bidang kehidupan. Tidak hanya di sektor domestik rumah tangga, namun juga pendidikan, ekonomi, serta kesehatan dengan menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19.
[irp]
“Jadi tahun ini bukan lagi berbicara tentang kesetaraan, tapi signifikansi peran dan tanggung jawab yang diemban para perempuan tersebut,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi.
Di sektor domestik rumah tangga, lanjut Khofifah, perempuan diharuskan ikut turut menjaga keselamatan seluruh anggota keluarga, memastikan tiap anggota keluarga tetap sehat dan terjaga asupan gizinya. Belum lagi mereka juga diharuskan menjadi teman sekaligus guru bagi anak-anak selama masa belajar di rumah. Dalam hal ekonomi keluarga, tambah dia, perempuan harus mampu mengelola cashflow agar bisa memenuhi kebutuhan selama masa darurat. (hen)
Editor : Redaksi