klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Peternak Burung Puyuh di Bojonegoro Merugi Gegara Penyakit IB

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Peternak burung puyuh di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro (Afifullah/klikjatim.com)
Peternak burung puyuh di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Salah satu peternak burung puyuh di Kabupaten Bojonegoro mengalami kerugian di musim hujan. Ahmad Fatoni (22), seorang peternak burung puyuh asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro ini mengaku pada musim hujan kali ini dia mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Penyebabnya, burung puyuh yang ia ternak diduga diserang oleh penyakit Infectious Bronchitis (IB) atau bronkitis infeksius. Penyakit IB sendiri adalah penyakit akut yang sangat menular dan menyerang saluran pernapasan dan saluran uro-genital. Penyakit tersebut setidaknya membuat produksi telur puyuhnya berkurang.

“Penyakit ini menyerang pernapasan dari burung, sehingga pernapasan terganggu hingga mengakibatkan mati," kata Akmal sapaan akrabnya. Senin (23/12/2024).

Ia menjelaskan, kerugian yang terjadi akibat penyakit IB ini merugi hingga 10 juta rupiah, yang mana kerugian tersebut meliputi, burung puyuh sendiri, produksi petelur hingga penjualan di pasaran.

Dikatakan, burung puyuh yang ia miliki ini ada sekitar 1,500 ekor dengan luasan kandang 10 m x 4 m. Setelah terkena penyakit, burung puyuh berkurang menjadi 500. " Ya saya punya 1,500 ekor dan ada 1000 burung yang mati, sekarang tinggal 500 ekor," imbuhnya.

Sebelum terjadi itu, lanjut Akmal, produksi sendiri setiap harinya sekitar 15 kilo telur puyuh dan itu harus disebar ke para pelanggan di Bojonegoro. Untuk mengantisipasi penyuplaian yang terhambat, dirinya harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan para pelanggannya.

"Ya kita mencari ke peternak lainya untuk menutupi kebutuhan para pelanggan," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, dia berharap penyakit seperti ini segera berakhir dan para peternak burung puyuh di Bojonegoro segera bangkit kembali. "Semoga penyakit ini bisa selesai dan para pengusaha bisa mencukupi kebutuhan di pasar," pungkasnya. (gin)

Editor :