klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

DPRD dan Pemkab Gresik Gedok APBD 2025, Diproyeksi Tanpa Utang dan Defisit

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Penandatanganan berita acara dan keputusan pimpinan DPRD Gresik tentang Ranperda APBD 2025 oleh Bupati Gresik dan pimpinan DPRD Gresik (Qomar/Klikjatim.com)
Penandatanganan berita acara dan keputusan pimpinan DPRD Gresik tentang Ranperda APBD 2025 oleh Bupati Gresik dan pimpinan DPRD Gresik (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemkab Gresik bersama DPRD Kabupaten Gresik akhirnya menyepakati postur anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) tahun 2025.

Penetapan APBD Kabupaten Gresik 2025 tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Gresik dengan agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran dan Penandatanganan Berita Acara Serta Keputusan Pimpinan DPRD tentang Ranperda APBD 2025, Sabtu 30 November 2024.

Sekretaris DPRD Gresik M Najikh yang membacakan laporan Banggar menyampaikan, dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun 2025, gambaran umum tentang kondisi umum keuangan daerah, baik menyangkut masalah pokok yang dihadapi, kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah yang ditetapkan, maupun pertimbangan - pertimbangan lainnya menjadi dasar penyusunan rencana program dan kegiatan yang akan menjadi pedoman bagi organisasi perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja anggaran satuan kerja perangkat daerah dan dijabarkan lebih lanjut melalui penyediaan dana dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.

"Sebagaimana tertuang dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2025, pemerintah daerah bersama DPRD telah menetapkan tema pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2025, yaitu peningkatan daya saing wilayah serta terjamin pemerataan pembangunan antar sektor, antar wilayah dan antar kelompok," beber Najikh.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir mengetengahkan, ada lima isu strategis yang menjadi konsentrasi pembangunan tahun 2025, antara lain pengentasan kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan produktivitas sumber daya lokal dalam pengembangan perekonomian daerah, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir dan peningkatan inovasi yang dilakukan dalam penanganan persampahan, dan pemerataan sarana dan prasarana pelayanan dasar publik.

Di dalam rapat finalisasi R-APBD tahun 2025, pendapatan daerah Kabupaten Gresik diperkirakan Rp3 triliun 855 milia 660 juta 834 rupiah. Sedangkan untuk belanja daerah dalam R-APBD 2025 dialokasikan sebesar Rp3 triliun 850 miliar 871 juta 675 ribu 168 rupiah

"Jadi diprediksi surplus sebesar Rp4 miliar 788 juta 332 ribu rupiah. Sedangkan untuk pembiayaan dalam APBD 2025 ini minus Rp4 miliar 788 juta 332 ribu 866 rupiah, yaitu terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp17 miliar 211 juta 667 ribu 134 rupiah, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp22 miliar rupiah," beber Syahrul.

Baca juga: Nota R-APBD Gresik 2025, Ada Anggaran Bayar Hutang Daerah dan Penyertaan Modal BUMD
Sehingga, lanjut Syahrul, dari postur anggaran yang surplus tersebut rencananya akan dipakai untuk menutup pembiayaan, sehingga Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun anggaran berkenaan menjadi nol atau nihil (berimbang).

"Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik juga merekomendasikan berapa hal agar proyeksi pendapatan dan belanja daerah optimal," kata Syahrul.

Beberapa rekomendasi tersebut antara lain:

1. Konsistensi dalam implementasi tahapan perencanaan pembangunan harus dilaksanakan secara berkelanjutan,

2. Realisasi belanja diprioritaskan berdasarkan urgensitas

3. Kepastian realisasi target pendapatan maupun belanja di semua struktur dapat terealisasikan secara terukur 

4. Selalu memperhatikan komposisi mandatory spending dan SPM (Standar Pelayanan Minimum).

Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menandatangani Ranperda APBD 2025 menyampaikan, pembahasan APBD 2025 saat ini memasuki tahapan yang hampir final. Pembahasan juga telah melalui berbagai pendapat dan pandangan dari seluruh fraksi di DPRD Gresik.

"Serta melalui pembahasan mendetail di setiap komisi di DPRD Gresik bersama OPD terkait," tutur Gus Yani, sapaan akrabnya.

Dalam setiap tahapan pembahasan R- APBD 2025 muncul dinamika- dinamika yang sejatinya mempunyai tujuan yang sama, yakni untuk mewujudkan APBD Gresik yang lebih sehat, dan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Gresik.

"Atas nama seluruh jajaran eksekutif, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Gresik, beserta Tim Anggaran Pemkab Gresik yang telah mencurahkan pikirannya dalam pembahasan APBD 2025, sehingga pada hari ini dapat menghasilkan komitmen bersama berupa persetujuan untuk menetapkan R-APBD 2025," tutur Gus Yani.

Selanjutnya Ranperda APBD 2025 akan disampaikan ke Gubernur untuk dievaluasi. (qom)

Editor :