KLIKJATIM.Com | Tuban – Isu aggaran pencegahan stunting dibuat cetak banner muncul dalam debat perdana Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban, Minggu 20 Oktober 2024.
Diketahui, debat perdana Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban digelar di Gedung Grand Javanilla Tuban dengan mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”.
Isu stunting ini muncul dalam segmen ke-3 debat, saat Calon Wakil Bupati nomor urut 1 Wafi Abdul Rosyid (Gus Wafi) mengambil pertanyaan, pertanyaan yang diambil pria yang akrab disapa Gus Wafi ini menanyakan terkait angka stunting di Kabupaten Tuban.
Pertanyaan yang disampaikan Gus Wafi yaitu “Angka stunting di Kabupaten Tuban pada tahun 2022 mencapai 24,9% yang masih jauh di atas target nasional 14% untuk tahun 2024. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata stunting di Jawa Timur 19,2%. Pertanyaannya adalah langkah konkret apa yang akan anda ambil untuk memastikan bahwa program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan efektif hingga ke tingkat rumah tangga,” tanya Wafi.
Kemudian pertanyaan tersebut ditimpali oleh Calon Bupati Tuban Riyadi (Pasangan Gus Wafi) tentang bagaimana skemanya dalam menekan angka stunting seperti melakukan perbaikan data. Sebab ada di salah satu desa di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, angka stunting mencapai 54%. Dan di tengah penyampaian tersebut Riyadi mengatakan tentang anggaran pencegahan stunting malah dibelikan banner.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Terima Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dari Ngawi, Estafet Diberangkatkan ke TubanUsai acara debat Calon Bupati Tuban nomor urut 02 Aditya Halindra Faridzky saat ditemui awak media mengatakan jika pernyataan seperti itu silahkan di klarifikasi atau dilaporkan jika tak sesuai.
“Silahkan diklarifikasi atau laporkan saja,” ujar Aditya Halindra Faridzky.
Namun pria yang akrab disapa Lindra ini menjelaskan jika banner untuk sosialisasi itu tidak ada masalah.
“Untuk sosialisasi itu tidak ada masalah. Banner tujuan sosialisasikan program,” imbuhnya.
Sementara itu Calon Bupati nomor urut 01, Riyadi saat diklarifikasi terkait pernyataan anggaran pencegahan stunting malah dibelikan banner menjelaskan jika ia sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting Tuban, hingga saat ini tak pernah mendapatkan SK terkait itu.
“Jujur saya tak pernah tau SK saya,” ujar Riyadi.
Lebih lanjut Riyadi menjelaskan, jika selama ini ia tak pernah diajak berembuk dalam pembentukkan tim stunting.
“Bagaimana kita bisa evaluasi kami tak pernah dilibatkan. Ini gak boleh terjadi kedepan, kolaborasi harus benar-benar terjadi,” imbuhnya.
Sayang saat disinggung terkait anggaran stunting banyak untuk membuat banner Riyadi tampaknya tak mau berkata banyak. Ia hanya mengatakan jika jangan dulu.
“Anggaran banyak untuk banner, gak dulu lah,” jawabnya sambil tersenyum.
Diketahui, Pemkab Tuban pada tahun 2024 ini mengalokasikan anggaran sebanyak Rp101 miliar untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tuban. (qom)
Editor : Muhammad Nurkholis