KLIKJATIM.Com | Gresik - PT Freeport Indonesia mulai mengirim konsentrat tembaga dari Papua untuk diolah di Smelter baru yang berada di Manyar Gresik pada Kamis 13 Juni 2024 kemarin. Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas melalui keterangan tertulis yang diterima Klikjatim.com.
Namun ternyata, jauh sebelum itu konsentrat tembaga dari tambang PT Freeport Indonesia telah diolah di Kabupaten Gresik sejak tahun 1990-an di PT Smelting.
Mengutip dari website PT Freeport Indonesia (PTFI.co.id), PT Smelting merupakan smelter pertama PTFI yang dibangun pada tahun 1996 bersama dengan konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi, sebagai bentuk kepatuhan PTFI terhadap Kontrak Karya II.
Fasilitas pemurnian ini terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya di Desa Roomo, Kecamatan Mannyar. PT Smelting merupakan fasilitas smelter tembaga pertama di Indonesia.
Sebelum ekspansi pada tahun lalu, PT Smelting mampu memurnikan dan mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya.
Produk tembaga murni itu untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri. Dengan kapasitas pengolahan ini, PTFI telah mampu mengolah dan memurnikan sebesar 40�ri keseluruhan konsentrat tembaga yang diproduksi di Papua.
Baca juga: Ada Lowongan di Smelter PT Freeport Indonesia Kabupaten Gresik, Posisi Pengawasan Standar ProduksiSebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Kamis 13 Juni 2024, menuju Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Provinsi Jawa Timur yang mulai beroperasi Juni 2024.
“Smelter PTFI di Gresik sudah siap beroperasi sehingga kami memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga. Ini adalah momen penting bagi PTFI dan Indonesia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Jumat 14 Juni 2024.
Adapun Kapal Mother Vessel (MV) Unitama Lily mengangkut total 22.000 ton konsentrat tembaga, dengan rincian sekitar 12.000 ton akan dimurnikan di Smelter PTFI dan 10.000 ton akan dikirim ke PT Smelting Gresik.
“Pengiriman perdana konsentrat ini merupakan momen penting bagi PTFI dan juga bagi Indonesia di mana seluruh konsentrat tembaga ini akan dimurnikan di dalam negeri, mewujudkan hilirisasi sebagai pijakan menuju Indonesia maju,” kata Tony. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar