klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 2024 di Bukit Condrodipo Gresik, Hilal Tak Terlihat

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas Rukyatul Hilal di Bukit Condrodipo Kabupaten Gresik oleh Lajnah Falakiyah PCNU Gresik, menggunakan teleskop otomatis dan manual (Qomar/Klikjatim.com)
Aktivitas Rukyatul Hilal di Bukit Condrodipo Kabupaten Gresik oleh Lajnah Falakiyah PCNU Gresik, menggunakan teleskop otomatis dan manual (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Gresik menggelar rukyatul hilal (melihat dan mengamati hilal) bersama Kemenag Kabupaten Gresik di Bukit Condrodipo, Kembangan, Kebomas Gresik, Minggu 10 Februari 2024.

Menggunakan teloskop manual dan otomatis, Rukyatul hilal di Bukit Condrodipo untuk menentukan awal Ramadhan tersebut menyatakan hilal tidak terlihat. 

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Gresik Muchyiddin Hasan menjelaskan, pengamatan hilal dilakukan selama lima menit menjelang adzan Maghrib. Namun, para perukyat tidak berhasil melihat hilal.

Baca juga: Lokasi Rukyatul Hilal Condrodipo Bakal Dimiliki PCNU Gresik
[video width="1280" height="720" mp4="https://klikjatim.com/po-content/uploads/2024/03/VID-20240310-WA0040.mp4"][/video]

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Gresik Ust Muchyiddin menyampaikan hasil rukyat di Bukit Condrodipo (Dok)

Dikatakan, selain karena berawan, posisi hilal masih di bawah ufuk, atau di bawah satu derajat, tepatnya minus 0°08 10 derajat. Elongasi 02° 24 42°.

"Matahari terlihat pada jam 4 (16.00 WIB) sore, setelah itu tertutup awan," sambung dia.

Hasil tersebut kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, yang kemudian dilakukan sidang di tempat oleh Pengadilan Agama Kabupaten Gresik.

"Hasilnya kami laporkan kepada Kemenag pusat, sebagai bahan sidang isbat di Jakarta," tutur Ersat, Kepala Kemenag Kabupaten Gresik.

Perlu diketahui, hasil rukyatul hilal di Condrodipo tidak serta merta menjadi penentu awal Ramadhan, keputusan atau penentuan awal Ramadhan menunggu hasil sidang isbat di Jakarta yang digelar Kemenag pusat, dan menunggu hasil atau laporan rukyat di tempat lain. (qom)

Editor :