KLIKJATIM.Com | Gresik - Harga beras di Kabupaten Gresik masih tergolong mahal meski telah digelontor ribuan ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog.
Sejak awal Januari 2024 hingga 20 Februari 2024, Bulog Subdivre Surabaya Utara menggelontorkan beras SPHP sebanyak 1.630 ton ke Kabupaten Gresik.
Kepala Bulog Subdivre Surabaya Utara Sugeng Hardono mengatakan, beras SPHP dengan harga eceran tertinggi Rp10.900 per kilogram itu disalurkan melalui pasar tradisional.
"Kemudian retail modern, distributor (mitra Bulog), pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK) hingga pasar murah," papar Sugeng.
Namun demikian, meski telah digelontor ribuan ton beras SPHP, harga beras di Gresik masih tergolong mahal.
Baca juga: Dapat Gelontoran Beras SPHP, Diskoperindag Gresik Ingatkan Pedagang Jual Sesuai HETDari data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jatim, beras premium di Gresik mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Sementara beras medium di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.000.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik Yoedi Setiyono mengatakan, pihaknya hanya mengetahui penyaluran beras SPHP yang diajukan pihaknya melalui pasar tradisional.
"Selain itu, Bulog punya mitra penyaluran beras SPHP sendiri, yakni distributor swasta, nah itu kami tidak tahu berapa yang disalurkan dan disalurkan melalui mana," tutur Yoedi beberapa hari lalu.
Dia menjelaskan, pihak rekanan Bulog yang merupakan perusahaan swasta hingga kini belum melaporkan kepada Pemkab Gresik berapa ton beras SPHP yang telah disalurkan sejak Januari 2024.
"Sudah kami minta berkali-kali tapi belum diberikan, padahal kami juga harus laporan ke pusat. Pada rapat Bulan Desember 2023 terkait rencana penyaluran beras SPHP pihak Bulog dan rekanannya ikut. Kami kan juga punya fungsi pengawasan," tegas Yoedi. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar