KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Satu bulan lebih, kasus perampokan toko emas di pasar Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro masih belum terungkap. Aan Nur Fahami selalu pemilik toko emas barokah itu sempat trauma atas kejadian yang menimpanya.
Sebelum ada perampokan, toko emas barokah selalu buka setiap hari di pasar Klepek. Namun setelah kejadian, dirinya merasa trauma dan untuk buka tokonya sendiri hanya saat jadwal pasar saja atau bisa dibilang seminggu hanya buka 2 kali saja.
"Ya, masih terauma, biasanya buka setiap hari sebelum kejadian, dan sekarang jarang dibuka," katanya kepada klikjatim.com Selasa 12 Desember 2023.
Ia juga menaruh harapan besar agar pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus itu. "Ya harapnya perampok segera bisa cepat selesai dan clear," pungkasnya.
Baca juga: Sebulan Tidak Terungkap, Kasus Perampokan Emas di Bojonegoro Diambil Alih Polda JatimSementara itu, Kasi Humas Polres Bojonegoro, Iptu Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. "Kami masih melakukan penyelidikan terus mas," ungkapnya.
Perlu diketahui, perampok toko emas di pasar Klepek Kecamatan Sukosewu Bojonegoro itu terjadi disiang bolong pada Senin (30/10/2023) lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku yang membawa senjata api itu membawa kabur 1 kilogram emas senilai kurang lebih Rp400 juta, serta uang tunai Rp5 juta. (qom)
Editor : M Nur Afifullah