KLIKJATIM.Com | Gresik - Fraksi PKB DPRD Gresik menolak rencana proyek pembangunan berakronim 'GUS', yakni Gresik Universal Science, yang tiba-tiba muncul dalam pembahasan anggaran antara Badan Anggaran Dewan dan Tim Anggaran Pemkab pada 12 Oktober 2023 lalu.
Hal itu disampaikan juru bicara Fraksi PKB (F-PKB) Abdullah Hamdi dalam Rapat Paripurna DPRD Gresik dengan agenda penyampaian pemandangan umum Fraksi tentang Rencana APBD 2023, Rabu (18/10/2023).
Dikatakan, dalam pembahasan anggaran antara Badan Anggaran dan Tim Anggaran pada 12 Oktober yang lalu, muncul anggaran “dadakan” untuk pembangunan Gresik Universal Science (GUS) sebesar Rp22 miliar.
"Tentu kami F-PKB menolak keras karena konsep pembangunan gedung tersebut belum jelas dan tidak tertuang dalam rencana kerja sebelumnya," papar dia.
Dijelaskan, meskipun berkonsep bagus, namun beban anggaran yang muncul tiba-tiba tanpa didahului perencanaan yang matang pasti akan menjadi beban anggaran.
"Di sisi lain, kami mencermati bahwa beban anggaran ini pasti mengorbankan alokasi anggaran lainnya," tutur Hamdi.
Menurut F-PKB, lanjut Hamdi, alangkah baiknya jika anggaran dimaksimalkan pada penyelenggaraan dan peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada sebagai bentuk support Daerah kepada lembaga-lembaga pendidikan yang telah eksis sebelumnya.
Begitu pun dengan anggaran “dadakan” lainnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur mohon semuanya dicermati ulang, mengingat ada beban anggaran sebesar Rp75 miliar yang direncanakan untuk membayar piutang proyek pada tahun 2023.
"Prinsip efisiensi anggaran sudah sepatutnya menjadi isu utama pada Belanja 2024 mendatang," imbuhnya.
Baca juga: Tidak Dianggarkan 2022, Proyek Islamic Center Gresik Terancam MangkrakDikonfirmasi tentang proyek GUS ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyebut, rencana pembangunan proyek itu sejatinya melanjutkan bangunan Islamic Center di Balongpanggang yang dirintis sejak era Bupati Sebelum Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani.
Menurut Washil, mengingat konsepnya yang tidak bisa dilanjutkan, ada inisiatif dari Bupati untuk menjadikannya Art Science bagi anak-anak di salah satu bangunan.
"Bangunan lainnya untuk library atau perpustakaan dan yang satunya posisi sekarang diselesaikan untuk masjid. Harapan Pak Bupati di akhir tahun 2024 sudah tidak ada bangunan mangkrak lagi, jadi 3 bangunan tersebut bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, OPD yang mengampu DCK-PKP," beber Washil.
Namun Washil enggan memastikan perubahan nama Islamic Center menjadi Gresik Universal Science alias GUS tersebut.
"Kalau nama coba ditanyakan ke DCK-PKP saja yang jelas untuk Art Science," imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Ida Lailatussa'diyah menegaskan, dalam rencana anggaran namanya masih untuk Islamic Center. Dia menampik perubahan nama tersebut.
"Yang jelas anggarannya di Kami masih Islamic Center ya," kata dia.
Begitupun jumlah aggarannya, masih belum final Rp22 miliar.
"Nah memang targetnya rampung dan berfungsi, untuk perubahan atau pemberian nama kan nanti kalau selesai," tandasnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar