klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lumayan, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gresik Sudah Terkumpul Rp812 Miliar Per 30 September 2023

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi pendapatan asli daerah alias PAD (Istimewa)
Ilustrasi pendapatan asli daerah alias PAD (Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pendapatan asli daerah atau biasa disingkat PAD Kabupaten Gresik di tahun anggaran 2023 ini telah terkumpul Rp812 miliar lebih 54 juta. Realisasi tersebut berdasarkan laporan triwulan tiga per 30 September 2023.

Capaian sebesar itu sama dengan 50,42 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2023 sebelum perubahan, yakni Rp1 triliun 610 miliar 929 juta.

Sementara target pendapatan secara keseluruhan, baik PAD maupun pendapatan transfer diproyeksikan Rp3 triliun 875 miliar 306 juta lebih sedikit.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Gresik Syafi' AM menjelaskan, di satu sisi angkanya terlihat meyakinkan dan Tim Anggaran optimis target tercapai. Namun pihaknya tetap skeptis dengan pemenuhan target tersebut.

"Bagi saya belum meyakinkan, karena masih banyak pos pendapatan bila dirinci masih jauh dari target," kata Syafi'.

Baca juga: Proyeksi Pendapatan APBD Perubahan Gresik Tetap Tinggi, Bupati Optimis Tercapai
Seperti pajak daerah, sebelum perubahan proyeksinya Rp940 miliar 180 juta, tapi masih terkumpul Rp591 miliar 480 juta. Sementara Retribusi juga belum memuaskan, dari target Rp 225 miliar 875 juta masih terealisasi Rp36 miliar atau hanya 15 persen.

Karena itu pihaknya mendesak Tim Anggaran Pemkab, terutama Dinas-dinas atau OPD penghasil melakukan analisa realistis pos-pos pendapatan tersebut. Tak hanya itu, OPD penghasil harus inovatif dan berani.

"Mana yang secara penilaian realistis tidak tercapai, lalu sampaikan, nah di situ kita bisa memperkirakan belanja mana yang tidak bisa dibiayai," ujar Syafi'.

Dikatakan, walaupun Perubahan APBD sudah final, namun proyeksi pendapatan masih tinggi. Dia khawatir bila tak dimitigasi nanti akan kedodoran di akhir tahun anggaran.

"Laporan triwulan tiga itu juga belum mengacu pada proyeksi APBD setelah perubahan," tandas Syafi'. (qom)

Editor :