KLIKJATIM.Com | Lamongan – Dua wilayah di Kecamatan Lamongan dan Deket seminggu terakhir ini tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lamongan. Kejadian ini sebenarnya bukan hanya sekali ini saja, tapi berulang kali.
[irp]
"Kadang kualitas airnya yang keruh, kadang juga mati,” kata seorang warga Perumahan Grand Lamongan jalan Sumargo Sepiana penuh kesal.
Kekesalan warga ini semakin menjadi karena kewajiban pelanggan wajib dipenuhi. Tidak ada kompensasi dari layanan yang tak memadai ini. “masak tagihan naik tapi tidak diikuti kelayakan yang sepatutnya, wis tarife naik pipane bolak-balik bocor ae,” katanya.
Ditempat terpisah Direktur PDAM Lamongan Ali Mahmudi menjalaskan ganguan distribusi air terganggu akibat ada sambungan pipa terputus.
[irp]
Ini akibat proses pemotongan pipa trasmisi air baku di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah yang baru, di jalan raya Plaosan.
Titik masalag ini dalam proses perbaikan oleh pihak PDAM. "Sebagian wilayah sudah normal kembali, sudah terdistribusi air bersih, namun untuk kondisi wilayah yang berada di dataran tinggi masih belum maksimal," ujar Ali Mahfudi diruangan kerjanya, Kamis (02/04/2020).
[irp]
Ali menjelaskan, terputusnya pipa sambungan tersebut dikarenakan kondisi pipanya yang sudah lama dan berkarat, juga permukaan tanahnya yang sleding atau bergeser.
"Pipa sambungannya jebol, jadi kemarin sementara waktu kita lakukan pemadaman terlebih dahulu, sambil menunggu perbaikan oleh petugas," ungkapnya.
Dia menyebut, wilayah yang saat ini sudah normal kembali adalah, Banjar Mendalan, Sukerejo, Tumenggungan dan Jetis. Untuk wilayah Deket masih belum seluruhnya terdistribusi.
"Saat ini pipa yang kita gunakan sebenarnya sudah kualitas yang terbaik jenis pipa HDPE, tidak mungkin terjadi korosi, beda dengan pipa yang dulu, namun kondisi teknis dilapangan ternyata berbeda," tutur Ali.
Menurutnya, pipa yang terputus itu letaknya ada di bawah sungai yang terjadi sleding, pita punggung pipa terbuka, maka ketika kemasukan sampah bisa mengakibatkan kebocoran dan putus.
"Insya allah mulai besuk, semua wilayah sudah bisa maksimal, dan kebutuhan air bersih di Lamongan sudah terdistribusi semuanya," tandasnya.(bis/rtn)
Editor : Redaksi