KLIKJATIM.Com | Gresik--Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta atau PDAM Gresik meminta tambahan modal usaha Rp 113 miliar. Modal tersebut dialokasikan untuk kerja tahun 2022.
[irp]
Alokasi tambahan modal itu telah diajukan kepada DPRD Gresik. Alasannya, demi keselamatan perusahaan agar terhindar dari kolaps. Namun, wakil rakyat tak langsung menyetujuinya. Rencana PDAM tersebut akan dikaji lebih mendalam oleh panitia khusus (pansus).
"Begitu pun kajian komprehensif mengenai bisnis plan, kebutuhan perbaikan pipa dan sebagainya, jadi kita hitung betul agar anggaran yang diajukan tidak sia-sia," kata Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Abdul Qodir, Kamis (16/9/2021).
Qodir menyatakan, akan mengevaluasi seluruh komponen aset dan bisnis PDAM Gresik sebelum menyetujui penambahan modal daerah ke PDAM dalam APBD 2022 mendatang. Sebab, lanjut Qodir, PDAM merupakan aset daerah yang vital menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat luas.
"Kita hitung berapa kebutuhan perbaikan pipa, berapa biaya penambahan kapasitas layanan dan manajemennya kita minta dibenahi," papar politisi PKB itu.
Senada dengan Qodir, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menyoroti permasalahan laten di PDAM Gresik. Setidaknya, menurut Nurhamin ada tiga masalah, di antaranya tingkat kebocoran pipa yang tinggi.
"Ini kan bisnis, seharusnya tingkat kebocoran yang berkaitan dengan umur pipa yang tua bisa diantisipasi dalam kalkulasi penyusutan barang modal. Artinya bila ini dihitung betul dan dijalankan tidak akan terjadi kolaps seperti ini," ungkapnya.
Menurut Nurhamim, tingkat kebocoran pipa tinggi sangat berpengaruh terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Sebab, air yang dibeli PDAM dari pihak ketiga mengalir melalui pipa. Jika tingkat kebocoran sampai 40 persen dipastikan rugi.
"Misal tingkat kebocoran 40 persen, ya pasti merugi, jangankan balik modal," cetusnya.
Problem kedua, kata Nurhamim, PDAM belum bisa meningkatkan kualitas kerja pegawai. Indikatornya, PDAM gagal menghitung penyusutan barang modal berupa pipa.
"Kemudian problem ketiga yakni problem finansial mereka karena tidak mampu memanfaatkan kerjasama dengan pihak ketiga itu sehingga jadi boomerang," pungkasnya.(mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Komplotan Perampok Pecah Kaca Lintas Negara Diamankan Polresta Banyuwangi
Polresta Banyuwangi melibatkan jaringan kepolisian internasional atau Interpol untuk membongkar komplotan pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang diduga…
Mekanik Tewas Tertimpa Konveyor Saat Kerja di Proyek Pemecah Batu Mojokerto
Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan fasilitas pemecah batu di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto…
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…