KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Polisi akhirnya menetapkan ibu bayi yang meninggal di dalam kamar usai dilahirkan pada Minggu (23/04/2023) yang lalu menjadi tersangka.
Kini ibu bayi berinisial AY(22) warga desa Ngunggahan Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung itu sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
AY menyembunyikan kehamilan diluar nikahnya dari keluarga dan orang di sekitarnya, sedangkan bapak biologis dari bayi dalam kandungannya itu, saat ini masih ada di luar negeri sebagai TKI.
Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra.
“Kasus ini terus berlanjut, hasil otopsi sudah keluar dan kita pastikan Tersangka adalah ibu kandungnya dari bayi itu,“ujar Agung.
Agung mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara.
Kepada polisi, tersangka mengaku melahirkan seorang diri tanpa bantuan orang lain, sebab saat itu rumah dalam keadaan kosong karena bapak ibunya sedang keluar.
Bayi itu lahir pada Minggu pagi, kemudian kelahiran bayi ini membuat tersangka panik hingga tersangka memilih untuk membekap dan menekan mulut serta rahang bayinya sampai bayi itu diam dan tidak bergerak dan diyakini saat itu sudah meninggal dunia.
"Setelah lahir dan menangis, kemudian bayi ini dibekap sampai diam dan tidak bergerak," jelasnya.
Usai melihat anaknya tak lagi menangis, kemudian AY berusaha untuk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan darah dan menarik paksa plasenta yang masih menyangkut di dalam rahimnya, namun hal ini membuat AY pingsan sampai 90 menit.
"Selanjutnya saudari AY mengambil tas warna hitam untuk menaruh bayi dan setelah dimasukan dalam tas, selanjutnya tas yang berisi bayi ditaruh dalam almari pakaian," ungkap Agung.
Usia tersadar dari pingsan, AY menghubungi beberapa temannya untuk meminta bantuan, hasilnya ada temannya yang datang dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Beberapa jam kemudian orang tua AY juga datang ke rumah sakit dengan membawa dengan membawa bayi yang ada di dalam tas tersebut.
"Karena pihak rumah sakit melihat ada kejanggalan, lalu mengirimkan video kondisi bayi ke petugas di RSUD dr Iskak Tulungagung, dan dipastikan bayi dalam kondisi sudah meninggal dunia, kemudian menjelang maghrib akhirnya keluarga tersangka menguburkan bayi itu," jelasnya.
Agung menegaskan, motif tersangka yang tidak ingin kelahiran anaknya diketahui orang lain inilah yang membuat AY gelap mata dan memilih menghilangkan nyawa bayi yang baru dilahirkannya tersebut.
Dari tangan tersangka, polisi bisa mengamankan sejumlah barang bukti, seperti celana dalam, tas warna hitam, gunting dan hasil otopsi. (yud)
Editor : Iman
Wakil Bupati Gresik Dorong YJI Perluas Kampanye Senam Jantung Sehat
KLIKJATIM.Com | Gresik – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menjadi salah satu wujud komitmen dalam mengampanyekan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan ke…
Dorong Konektivitas Digital, Bank Jatim Siap Luncurkan JConnect Versi Terbaru
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect versi b…
Kado Terindah HUT ke-59: Persela Lamongan Mengamuk, Bantai Persipal Palu 7-1
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Stadion Surajaya kembali menjadi saksi keangkeran markas Laskar Joko Tingkir. Dalam lanjutan babak championship Liga 2…
Bupati Gresik Buka Muscab II IKA Unair Cabang Gresik, Perkuat Sinergi Alumni untuk Pembangunan Daerah
KLIKJATIM.Com | Gresik — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II di Ruang Putri Mijil, P…
Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
KLIKJATIM.Com | Trenggelek – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT.…
Lelah Menunggu Janji, Warga Karangkedawung Jember Patungan Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya
KLIKJATIM.Com | Jember – Puluhan warga di Dusun Pecitalang Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, akhirnya mengambil langkah ekstrem.…