KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung mengakui, pengemis yang terjaring razia Satpol PP Tulungagung kemarin, AP (35) warga Tulungagung merupakan penyandang disabilitas yang tahun kemarin telah mendapatkan bantuan dari Kemensos.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Wahiyd Masrur.
Wahiyd mengatakan, pengemis AP merupakan penyandang disabilitas yang pada tahun 2022 lalu sudah mendapatkan pelatihan dan bantuan modal usaha dari Kemensos.
Wahiyd mengaku menyesalkan pilihan AP yang kembali mengemis di jalan dan tertangkap dalam razia Satpol PP Tulungagung, padahal pada tahun lalu yang bersangkutan telah mengikuti 5 bulan pelatihan pembuatan handicraft dan bantuan modal usaha berupa sepeda motor dan alat lain dengan nilai hampir Rp 15 juta dari Kemensos.
"Kita dapatkan informasi kalau Arif ini sudah dapat bantuan dari Kementrian, ini yang kita sesalkan, kenapa kok kembali mengemis," ujarnya.
Pihaknya menyebut, bantuan yang diterima AP seharusnya bisa dimanfaatkan lebih maksimal lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebab tidak banyak penyandang disabilitas yang bisa mendapatkan bantuan seperti ini,
Dengan kondisi ini, pihaknya terpaksa memberikan peringatan keras kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.
"Kita berikan teguran keras dan membuat surat perjanjian agar tidka mengulangi lagi, jika mengulang lagi, bisa saja bantuan yang diberikan akan dicabut, padahal pemerintah sudah memberi bantuan ya sepeda motor, ada juga KIS dan BPNT," ungkapnya.
AP mengaku, selama ini memang mengemis di simpang empat kemuning Tulungagung, karena keterbatasan fisiknya, untuk menuju ke lokasi, dirinya mengaku diantarkan oleh tukang becak dengan membayar Rp 20.000,- sedangkan sehari-hari mengemis, Arif mengaku bisa mendapatkan uang sekitar Rp 60.000,-.
"Saya paling dapat 60 ribu mas, saya juga ndak satu hari ful, paling cuman sampai siang," kilahnya.
Arif mengakui, pasca mengikuti pelatihan kemarin, dirinya juga sempat berkreasi dengan berjualan snack di sekolah-sekolah namun pendapatannya tak seberapa dan memilih kembali mengemis.
Kini pasca diamankan Satpol PP Tulungagung, dirinya mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. (yud)
Editor : Iman
Poros yang Hilang
Sebuah pagi yang tiba-tiba jernih setelah beberapa hari hidup terasa seperti berjalan di dalam kabut.…
Residivis Curanmor Ditembak Satreskrim Polres Gresik, Sempat Buron Hampir Sebulan
Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kecamatan Menganti. Setelah melakukan…
Khofifah Undang Warga Jatim Meriahkan Tahun Baru Islam Lewat Jalan Sehat di Al Akbar
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah m…
Jatim Pimpin Ekonomi Perhutanan Sosial Nasional, Khofifah Fokus Perkuat Agroforestri Kopi
KLIKJATIM.Com | Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk terus meningkatkan kapasitas u…
DPRD Jember Teken Pakta Integritas, Siap Kawal Empat Tuntutan Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
KLIKJATIM.Com | Jember – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember dan Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan K…
Suarakan #IndonesiaCemas, 500 Mahasiswa Kepung DPRD Jember Soroti Kelangkaan Pertalite hingga MBG
KLIKJATIM.Com | Jember – Gelombang protes mahasiswa berskala besar mengguncang pusat Pemerintahan Kabupaten Jember…