KLIKJATIM.Com | Surabaya--BPJS Kesehatan melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga instansi kementrian dalam upaya meningkat Universal Health Voverage (UHC) di Jawa Timur.
Jumlah capaian peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jatim sudah 82,26 persen. Dengan demikian, sudah ada 33.845. 129 jiwa peserta JKN. Sedangkan masih ada 7.298. 932 jiwa yang belum menjadi peserta JKN. Dengan jumlah penduduk 41.144. 067 jiwa.
Dengan rincian, penerima bantuan iuran (PBIAPBN) 17.657. 899, pekerja penerima upah (PPU) 7.351.361, penerima bantuan iuran (PBI APBD) 4.350.045, pekerja bukan penerima upah (PBPU) 3.902.449, bukan pekerja (BP) 673.375.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jawa Timur I Made Puja Yasa mengatakan, dalam Rencana Pembangun Jangkah Menengah Nasional (RPJMN) 2024, ditargetkan peserta JKN atau Universal Health Voverage (UHC) sudah mencapai 95 persen. Pihaknya masih terus mengejar target 2024 tersebut. Sebab, dengan target itu, maka tingkat UHC juga akan meningkat.
“Itu juga sudah disampaikan dalam Inpres. Dengan bekerja sama dengan 30 lembaga Kementrian. Dengan persyaratan untuk keikutsertaan masyarakat dalam program JKN ini,” ucapnya, Senin (26/9/2022).
Ia menambahkan, dalam kerja sama dengan beberapa instansi lembaga kementrian, tentu akan mempercepat masyarakat nonformal mengikuti program JKN. Beberapa kementerian yang ditunjuk untuk melalukan peran dan fungsi dalam keikutsertaan JKN ini agar optimal.
“Seperti menteri Agraria terkait persyaratan jual beli tanah atau rumah, Kemendikbud, persyaratan anak didik dan pengajar, Kemenag, persyaratan naik Haji, Kementrian Koperasi, nantinya bisa mengikutsertakan pelaku koperasi. Termasuk kepolisian persyaratan SIM, dan STNK,” paparnya.
Para peserta JKN juga tidak lepas dari peran pemerintah di daerah masing-masing. Untuk Kabupaten Gresik, dari jumlah penduduk 1, 2 juta. 65 ribu dibiayai pemerintah daerah atau baru 5,1 �ri APBD. Tidak ada peraturan tertentu bagi daerah yang mengcover keikutsertaan para peserta JKN untuk warganya, tergantung dari kemampuan daerah masing-masing.
“Dari beberapa daerah di Jatim ada daerah Surabaya, dan Bojonegoro yang sudah mengalokasikan anggaran 30 persen lebih untuk warga dalam keikutsertaan JKN,” pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi