KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Deretan sekolah dasar negeri (SDN) dalam kondisi rusak di Ponorogo bertambah. Yaitu di SDN Nongkodono di Kecamatan Kauman.
Pantauan lokasi, kondisi 2 ruang kelas di SDN Nongkodono kerangkanya roboh. Satu ruang kelas lain juga nyaris roboh. Pasalnya kayu usuk sudah lapuk dimakan rayap.
Kondisi tersebut pun membuat pihak sekolah menurunkan paksa genteng-gentengnya. Dan sebagai ganti, pihak sekolah terpaksa menutup atap ruang kelas ini dengan menggunakan terpal berwarna biru.
Para siswa pun terpaksa belajar beratap terpal. Tak ayal, ketika siang anak-anak didik ini mengaku kepanasan.
“Yang kami kasih terpal untuk ruang kelas 4 dan kelas 5. Kami kosongkan hanya kami gunakan untuk salat dhuha. Tetapi kalau hari ini digunakan untuk belajar,” ujar Kepala SDN Nongkodono, Sutrisno, Senin (22/8/2022).
Menurutnya, kondisi 2 kelas itu pada semester 2 tahun lalu sudah mulai ambrol. Dan terjadi kesepakatan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Nongkodono, komite untuk menurunkan genteng.
Setelah diturunkan ternyata roboh. Kayu atap rangka itu langsung ambrol. Berjatuhan sendiri. Sehingga terpaksa harus diberi terpal untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak.
“Belajar di perpustakaan. Di ruang beratap terpal hanya insidental saja, kegiatan yang masih pagi,” tambah Sutrisno.
Menurutnya, terakhir ada perbaikan bangunan terjadi pada tahun 2008. Saat itu perbaikan pada atap dan peninggian tembok.
Selanjutnya, dengan kondisi demikian pihak sekolah mengaku sudah lapor ke dinas pendidikan (Dindik) secara tertulis pada tahun 2021 semester 2. Surat pemberitahuan laporan ke pada dinas disampaikan ketika ini insiden roboh.
“Sudah kami laporkan. Sudah disurvei oleh pihak Dindik,” pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad