KLIKJATIM.Com | Gresik— Serapan anggaran APBD Pemkab Gresik dalam semester pertama tahun ini terbilang minim. Pasalnya hingga saat ini realisasi belanja daerah masih dibawah 30 persen.
Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, dalam evaluasi kinerja pemerintah semester pertama tahun 2022, mengungkapkan anggaran belanja daerah belum terserap secara maksimal, bahkan mayoritas Organisasi Perangkat Daerah masih merealisasikan belanja di bawah 30 persen.
"Seluruh OPD (Serapannya minim), harus segera dievaluasi. Jangan sampai pada akhir tahun banyak anggaran yang tidak terserap," sorotnya.
Qodir membandingkan dengan realisasi belanjaan daerah tahun lalu yang menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) hingga Rp246 miliar.
Dia mewanti-wanti agar hal itu jangan sampai terulang kembali di tahun ini.
"Pada APBD 2022, anggaran belanja lebih tinggi proyeksinya yakni Rp3,6 triliun. Harus ada percepatan belanja yang menjadi atensi publik. Terutama infrastruktur dan peningkatan layanan masyarakat," ujarnya menekankan.
Ketua DPC PKB Gresik itu mendesak OPD punya inovasi kongkrit, khususnya dalam hal percepatan dan penyederhanaan birokrasi.
"Hal tersebut sudah tertuang dalam Perbup 49 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2022," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah. Menurutnya, anggaran belanja yang tidak kunjung terserap menunjukkan lemahnya perencanaan belanja. Bahkan, jika tidak segera direalisasikan, akan sangat merugikan masyarakat.
"Makanya kami minta agar ini segera dievaluasi," desaknya.
Walaupun demikian, pihaknya mengapresiasi sektor pendapatan, yang menunjukkan grafik meningkat. Bahkan melebihi dari target di triwulan kedua.
Meskipun ada beberapa sektor pendapatan yang masih harus diperbaiki, antara lain pajak dan retribusi daerah tentang perbaikan pola kerja. Mulai dari parkir tepi jalan, pajak galian C, pajak lestoran, PPJ non PLN dan retribusi lainnya.
"Untuk mewujudkan target pendapatan, OPD dituntut berinovasi, terutama yang menjadi penopang sumber pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya
Petugas gabungan menyiapkan jaring perangkap untuk menangkap buaya muara yang beberapa kali muncul di kawasan pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur…
Pasar Murah Jelang HUT RI, Khofifah Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga Surabaya
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas pelaksanaan Pasar Murah dengan menyasar langsung kawasan permukiman warga. Menjelang HUT k…
Diduga Hendak Balapan Liar, 15 Remaja Diamankan Patroli Polres Lamongan
Patroli dini hari yang digelar Pamapta Polres Lamongan berhasil mengamankan 15 pemuda yang diduga hendak aksi balap liar di Jalan Lingkar Utara Lamongan…
Brio Tabrak Truk Gas Alam hingga Terbakar di Tol Sumo, Tiga Orang Luka-luka
KLIKJATIM.Com | Gresik — Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), tepatnya KM 737+200B, Kabupaten Gresik, Minggu (16/8/2026) m…
Pelaku Pelemparan Molotov ke Pos Polisi Waru Ditangkap, Ngaku Sakit Hati karena Ditilang
Pelaku Pelemparan Molotov ke Pos Polisi Waru Mengaku Sakit Hati karena Ditilang…
Honda Community Convoy Merdeka Ajak Komunitas Jelajah Sejarah dan Ikon Kota Surabaya
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sebanyak 65 anggota dari enam komunitas Honda mengikuti Honda Community Convoy Merdeka 2026 di Surabaya, Minggu (16/8/2026). M…