KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro kembali akan menggelar pasar murah gula pasir.
[irp]
Sebelumnya, pasar murah gula pasir dilakukan di Bojonegoro dan Tuban. Digelarnya Pasar murah tersebut adalah untuk menjawab melambungnya harga gula pasir di pasaran yang mencapai Rp 17.000/kg. “Dalam pasar murah besok akan disediakan gula pasir kemasan satu kilo gram total sebanyak 2.5 ton ini," ujar Kepala UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Wilayah Bojonegoro, M Hamid Pellu.
Hamid sapaan akrabnya mengatakan, dalam pasar murah ini, pihaknya menjual gula pasir ke warga dengan harga Rp 12.000/kg atau dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500/kg. “Hanya saja dalam pasar ini setiap warga dibatasi membeli hanya boleh membeli 2 kilogram gula pasar saja,” tuturnya.
[irp]
Hamid menjelaskan, pasar murah ini juga dalam rangka sebagai rangkaian peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020. Pasar murah ini akan terus dilakukan diberbagai darerah/ Kabupaten lain hingga bulan April mendatang dengan menggandeng pihak ke III yakni PT KTM (Kebun Tebu Mas). Untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro pasar murah ini akan dilakukan dua sampai empat kali.
Menurut Hamid, mahalnya harga gula saat ini salah satunya dipicu karena permintaannya cukup meningkat, sehingga dengan kondisi seperti itu, harga gula pastinya akan terus mengalami kenaikan. “Selain itu, melambungnya harga gula itu dikarenakan belum masuknya masa panen tebu/ masa muim giling sehingga produksi gula juga mengalami penurunan," jelasnya.
[irp]
Pasar murah gula pasir ini disambut gembira oleh oleh masyarakat, selain harganya dibawah harga pasar dan HET kualitas gulanya cukup bagus. “Diharapkan melalui pasar murah ini akan menekan harga guga dipasar sehingga tidak akan terus naik,” pungkas Hamid . (fif/nul)
Editor : M Nur Afifullah