klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Libatkan Pusvetma dan Tim Pakar, Jatim Siapkan Pengembangan dan Produksi Vaksin PMK

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebanyak 23 kabupaten/kota di Jatim masuk dalam zona kuning penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Pemprov Jatim pun melibatkan Pusvetma dan Tim Pakar untuk mempercepat penanganan dan pengendalian wabah tersebut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bagi kabupaten/kota berstatus zona hijau PMK, hewan ternaknya dipastikan tetap terlindungi dan bisa menyuplai kebutuhan sapi bagi daerah yang memerlukan. Termasuk untuk hewan kurban Idul Adha.

"Pusvetma dan Tim Pakar saya minta membuat exercise secara lebih detail terutama melakukan proteksi terhadap 15 kabupaten kota yang saat ini masuk kategori zona hijau," ungkap Khofifah, Rabu (25/5/2022) kemarin.

Sementara itu, Pusvetma sendiri bersama Tim Pakar telah siap memproduksi vaksin sesuai arahan dari Menteri Pertanian. Pengembangan vaksin akan dilakukan dengan metode kultur jaringan untuk membuat vaksin inaktif.

Kepala Pusvetma Surabaya Edi Budi Susila mengatakan, vaksin tersebut merupakan jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dimatikan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia.

Menurutnya, proses ini membuat virus tetap utuh namun tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak. "Ini berfungsi melindungi hewan ternak yang belum terjangkit dari penularan PMK. Untuk yang sudah terjangkit akan kami maksimalkan pengobatan dan perawatannya," ungkap Edi.

Di sisi lain, upaya edukasi bagi para peternak juga masif dilakukan dengan sinergi dari berbagai pihak. Sebab, di sejumlah daerah masih ditemukan adanya petani yang tidak paham penanganan hewan ternak yang terindikasi tertular PMK.

"Berikan vitamin agar imunitasnya bertambah dan mencegah penularan. Cuci mulut sapi dengan NaCL. Lalu bersihkan kandang dengan disinfektan setiap pagi dan sore, pastikan pula kebersihan kandang dan alatnya selalu terjaga," jelasnya.

Edi juga mengaku, dirinya bersama jajaran Pusvetma dan Tim Pakar sangat terbuka jika ada penambahan Guru Besar dari wilayah lain untuk bergabung dalam upaya percepatan penanganan PMK hewan ternak melalui pembuatan vaksin.

"Kami sangat terbuka jika Ibu Gubernur merekomendasikan Guru Besar dari tempat lain untuk bergabung guna percepatan pembuatan vaksin ini," pungkasnya.(mkr) 

Editor :