KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Eka Surya Darma warga Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tertundu lesu.
Praktek penipuan yang dilakukannya dengan modus penggandaan uang dan emas berhasil diungkap kepolisian. Pria 42 tahun ini mengajak korbannya menjalani ritual "bunda ratu"
[irp]
Wakapolres Pasuruan, Kompol Hendy Kurniawan mengatakan pelaku sehari-hari sebagai penjual nasi, dan buka pratek pengobatan alternatif. "Setiap kali pasiennya berobat, pelaku ini ngaku bisa gandakan uang dan emas," kata Wakapolres dalam pers rilis, Kamis (19/3/2020).
[irp]
Calon korban yang tergiur diaminta melakukan ritual bunda ratu. Saratnya, korban harus menyediakan tiga elemen ilmu kesempurnaan yaitu elemen emas, elemen cair yakni minyak wangi, dan elemen kertas yakni uang kertas tunai.
"Akhirnya korban tergiur dan menyerahkan tiga eleman yang dimaksud. Saat itu, korban menyetorkannya secara bertahap, mulai dari uang hingga emas," kata dia.
Tahap awal, lanjut dia, korban sediakan uang Rp 150 juta serta emas 424 gram. Setiap kali menyerahkan uang dan emas, tersangka selalu mengajak korban untuk ritual hingga lebih dari 10 kali. Ritual tidak bisa dilakukan maksimal jika tiga elemen itu belum dipenuhi secara total dan maksimal.
"Saat semua lengkap, pelaku dan korban mulai melakukan ritual. emas dan uang tunai dimasukan dalam kerdus lalu ditutup kain. Uang dan emas akan berlipat ganda," tambahnya.
[irp]
Usai ritual, pelaku perintahkan korban jangan membuka kerdus dulu. Karena penasaran, korban pun membukanya. "Ternyata didalam kerdus berbagai emas dan liontin palsu serta potongan koran seukuran uang kertas yang tersimpan dalam tiga kotak,"ungkap dia.
[irp]
Dari situ, lanjut Wakapolres, korban mulai resah dan ketakutan. Ia menyebut, korban langsung melakukan konfirmasi ke tersangka.
Saat dikonfirmasi, tersangka justru marah dan menyebutkan bahwa uang dan emas hilang berubah menjadi kertas serta emas palsu karena dibawa bunda ratu. "Katanya itu berubah karena belum saatnya dibuka sudah dibuka lebih dulu oleh korban,"pungkasnya. (dik/rtn)
Area lampiran
Editor : Redaksi