KLIKJATIM.Com | Gresik - Virus Corona atau yang dikenal dengan istilah covid-19 (Coronavirus Disease) sudah menyebar ke beberapa kota di Indonesia. Yang terbaru, sesuai hasil pemeriksaan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menemukan 6 spesimen positif covid-19. Mereka berasal dari pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit (RS) di Surabaya.
"Itu bukan wewenang saya diisolasi di RS mana. Kami hanya memeriksa spesimen dan 6 positif betul,” ujar Direktur International Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Inge Lucida seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (17/3/2020).
Sehingga total sementara pasien positif COVID-19 di Indonesia sampai Selasa (17/3/2020) sore tercatat 172 orang. Adapun penambahan pasien baru tersebar di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto.
[irp]
Dalam menyikapi kondisi ini, pemerintah beserta banyak kalangan terus melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19. Termasuk masyarakat juga ikut berusaha melakukan pencegahan masing-masing, seperti di Kabupaten Gresik.
Misalnya berusaha memperkuat sistem daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi jamu tradisional. Alhasil, kondisi ini membuat penjual jamu kebanjiran pembeli.
"Sejak ada virus corona dagangan jamu saya meningkat, hampir tiga kali lipat dan saya juga kewalahan menerima orderan dari beberapa pelanggan," ungkap Purwanto (24), penjual jamu keliling asal Sukoharjo, Rabu (18/3/2020).
Dikatakan, setiap hari dirinya keliling berjualan jamu di Gresik Kota. Pagi hingga malam. Sekali jalan, biasanya membawa jamu siap jual antara 12 sampai 15 botol yang meliputi beras kencur, kunyit asam, suroh dan beberapa jenis jamu lainnya.
[irp]
Nah, sejak pandemi covid-19 mulai merebak diakui membuat dagangannya laku keras. Dia pun sering pulang lebih cepat karena jamu-jamunya sudah habis.
"Ada beberapa pelanggan yang sampai memborong. Biasanya dari beberapa orang kantoran," imbuhnya.
Kendati permintaan jamu tradisional sedang meningkat, tapi purwanto enggan memanfaatkan momen. Dia tetap membanderol jamu yang dijual seperti harga biasanya. (fan/nul)
Editor : Redaksi