klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Distribusi BBM di Kepulauan Sumenep Tersendat, Pertamina Tambah Pasokan ke Sejumlah Pulau

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Antrean warga yang akan mengisi BBM di salah satu SPBU di Sumenep. (Hendra/Klikjatim.com)
Antrean warga yang akan mengisi BBM di salah satu SPBU di Sumenep. (Hendra/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, masih menjadi keluhan masyarakat. Selama lebih dari satu bulan terakhir, distribusi BBM disebut tersendat hingga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kebutuhan pokok warga.

Sejumlah wilayah seperti Pulau Kangean, Pulau Raas, dan Pulau Masalembu menjadi daerah yang paling terdampak. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM di SPBU setempat. Kalaupun tersedia, harga BBM di tingkat pengecer mengalami kenaikan signifikan dari harga normal.

Tersendatnya distribusi BBM disebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika global hingga kendala distribusi laut. Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut memengaruhi harga minyak dunia. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai ikut meningkatkan biaya pengiriman BBM ke wilayah kepulauan.

Seorang pemuda kepulauan, Ach. Fauzi Arif, menilai pemerintah daerah belum mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia mengatakan masyarakat kini berada dalam kondisi sulit akibat pasokan BBM yang tidak stabil.

“Atas nama pemuda kepulauan, kami berharap pemerintah segera turun melakukan sidak dan memastikan distribusi BBM berjalan normal. Masyarakat benar-benar merasa dianaktirikan dengan kondisi yang semakin sulit seperti sekarang,” ujar Fauzi, Kamis (14/5).

Menurut Fauzi, kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu setengah bulan dan mulai memengaruhi distribusi sembako serta kebutuhan dasar lainnya akibat naiknya biaya transportasi laut.

“Pasokan bahan pokok tersendat. Harga-harga juga mulai naik karena distribusi tidak lancar. Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat kepulauan,” tambahnya.

Kenaikan harga BBM eceran juga berdampak pada biaya operasional nelayan, transportasi laut antarpulau, hingga pelaku usaha kecil. Bahkan, aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan di beberapa pulau turut terganggu karena keterbatasan transportasi berbahan bakar minyak.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan distribusi energi terus diupayakan tetap aman. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan konsumsi BBM terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Selain itu, distribusi sempat terkendala antrean kapal sandar untuk proses loading di Terminal BBM Tanjungwangi.

“Suplai BBM segera tiba seiring jadwal sandar kapal pengangkut di Terminal BBM Tanjungwangi. Kami terus mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan kondisi penyaluran kembali normal,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Pertamina menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk sejumlah wilayah kepulauan. Untuk Pulau Kangean dialokasikan Pertalite sebanyak 280 ribu liter dan Biosolar 160 ribu liter. Wilayah Sapeken mendapat tambahan Pertalite 232 ribu liter dan Biosolar 256 ribu liter.

Sementara Pulau Sapudi memperoleh tambahan Pertalite 80 ribu liter dan Biosolar 48 ribu liter. Adapun Pulau Raas mendapat suplai Pertalite 8 ribu liter dan Biosolar 96 ribu liter.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta membuka layanan pengaduan melalui Contact Center 135.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan kelangkaan BBM tersebut.

Masyarakat kepulauan berharap tambahan pasokan segera terealisasi dan distribusi kembali normal agar aktivitas ekonomi pesisir tidak terus terganggu.

Editor :