KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Kabupaten Ponorogo kini resmi bergabung menjadi salah satu ekosistem atau jejaring kota/kabupaten kreatif Indonesia. Hal ini setelah adanya penandatangan Berita Acara (BA) hasil uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Infonesia (PMK3I), yang dilakukan oleh Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif) Hariyanto, bersama Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita.
Di Jawa Timur, Ponorogo adalah kabupaten ke tiga yang masuk dalam ekosistem kota/kabupaten kreatif Indonesia. Yang pertama adalah Kabupaten Sidoarjo. Kemudian disusul Kota Malang.
"Dari 17 subsektor yang dinilai di Ponorogo semua ada. Tetapi di sini kan dicari yang diunggulkan. Jadi memilih 3 subsektor, " ujar Bunda Rita--sapaan akrab--Lisdyarita.
Ke tiga subsektor itu adalah subsektor seni pertunjukkan, seni kriya dan seni kuliner. Sedangkan 14 subsektor yang lainnya saling mendukung.
Untuk subsektor seni pertunjukkan di Ponorogo ada penampilan reog. Sedangkan subsektor kriya ada pembuatan batik, gong atau terompet yang berhubungan dengan reog.
Terakhir subsektor kuliner. Contohnya sate ayam Ponorogo dan dawet jabung. Untuk sate ada kampung sate. Begitu pula dawet ada kampung dawet.
Bunda Rita mengaku bahwa dengan masuknya Ponorogo ke ekosistem atau jejaring kabupaten/kota kreatif Indonesia, hingga peluang terdaftar dalam UCCN (Unesco Creative Cities Network) . Hal ini mejadi penyemangat perjuangan yang tengah dilakukan pemerintah saat ini dalam memperjuangkan Reog menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Unesco.
"Kita akan serius dan mendukung itu terwujud, semua petunjuk dan catatan yang diberikan akan kami tindak lanjuti. Ke depan demi menjaga ekosistem ini berkembang, maka kami akan rutin menggelar event baik skala lokal maupun regional hingga nasional. Pun dengan melibatkan Subsektor Kuliner dan Kriya di Ponorogo. Sehingga sama dana tumbuh dan berkembang. Apa lagi saat ini Covid-19 mulai melandai," tambahnya.
Sementara Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif), Hariyanto mengatakan, hal ini merupakan momentum kesempatan sangat baik. Berdasarkan program yang dirancang oleh Kemenkraf pengembangan kota kreatif Indonesia ada proses uji petik penilaian mandiri kota kreatif Indonesia.
"Berdasarkan masukan, isian dari seluruh stakeholders yang ada melakui web Kemenkraf melalui program kota kreatif turunlah tim penilai dan verifikasi di lapangan. Memastikan dari 17 itu yang menonjol 3 subsektor, " tambahnya.
Menurutnya, kemudia mengrucut satu yakni seni pertunjukkan Reog Ponorogo. Dia menjelaskan manakala surah menjadi ekosistem Kota kreatif Indonesia ditandai dengan tandatangan uji petik PM3KI.
"Resmi menjadi bagian dari ekosistem kota kreatif yang dirancang Kemenkraf. Kita sepakat dan yakin ini luar biasa potensi. Belum lagi cerita bahwa subsektor sudah tumbuh sejak 15 abad," bebernya.
Dia menyakini Kabupaten Ponorogo setelah jadi bagian ekosistem menuju penetapan kota/kabupaten kreatif Indonesia yang dilegesi oleh negara melalui Kemenkraf.
"Ada proses satu tahun memantau, memonitor bagaimana aktivasi di sini. Misal kebijakan, regulasi ekosistem Kota kreatif berjalan dengan baik. Contoh lain aerda strategi pengembangan ekonomi kreatif di sini," paparnya.
"Kami kawal Ponorogo bidang seni pertunjukkan ke Unesco agar nanti menyeimbangkan budaya dan kreatif," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad