KLIKJATIM.Com | Jombang - Kejadian tragis terjadi di Kabupaten Jombang. Satu keluarga naik sepeda kotor tercebur di Sungai Brantas di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Dalam insiden ini, bapak dan ibu kehilangan nyawa. Sementara sang anak berhasil diselamatkan warga.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/4/2022). Mereka tercebur ke Sungai Brantas saat naik perahu tambang di Megaluh. Korban pasutri Mohamad Iswahyudi (29) dan Imroatul Azizah (28) ditemukan sehari setelah kejadian, Minggu (10/4/2022) dalam keadaan tak bernyawa. Sementara MNF (8) putranya berhasil diselamatkan warga saat kejadian.
Kapolsek Megaluh, AKP Soesilo menjelaskan, satu keluarga itu naik sepeda motor matik saat menyeberang dengan perahu tambang. Perahu ini dikemudikan Nasrulloh (46) dengan kernet Agus (56), warga Plandaan. Di atas perahu terdapat 7 sepeda motor yang diseberangkan.
Dikatakan, saat perahu tambang berjalan, posisi sepeda motor korban dalam mode idling stop. Yaitu mesin sepeda motor mati sementara, tapi kontak masih posisi menyala. Sehingga, mesin sepeda motor akan otomatis menyala saat gas ditarik.
"Kondisi mesin motor mati sementara, tapi kontak posisi menyala. Mati sementara atau idling stop," kata Soesilo kepada wartawan di lokasi, Sabtu (9/4/2022).
Saat akan sampai di dermaga Desa/Kecamatan Megaluh, anak korban tanpa sengaja menarik gas sepeda motor matik tersebut. Sehingga sepeda motor langsung loncat ke sungai. Saat itu, posisi perahu tambang sekitar 10 hingga 15 meter dari dermaga.
"Operayor perahu tambang masih sempat menahan sepeda motor korban, tapi tidak kuat. Sehingga terjun ke Sungai Brantas," terang Soesilo.
Beruntung anak korban, MNF masih sempat diselamatkan operator perahu tambang. Ia langsung diantar pulang karena mengalami trauma. Sedangkan pasangan suami istri Iswahyudi dan Azizah langsung tenggelam bersama sepeda motornya.
Usai dilakukan pencarian oleh masyarakat sekitar, sang ibu ditemukan meninggal dunia. Sementara Mohamad Iswahyudi (29) ditemukan tak bernyawa sekitar 3 Km dari lokasinya tenggelam sehari kemudian.
"Korban tenggelam di Sungai Brantas tepatnya di Dam Karet Desa Jatimlerek, Plandaan, Jombang pada Minggu (10/4) sekitar pukul 22.15 WIB. Yang menemukan keluarga korban, mereka membantu pencarian dengan memantau di Dam Karet. Kemudian melihat jenazah mengapung, langsung melapor ke tim SAR," kata Soesilo.
Ditambahkan, Tim SAR pun mengevakuasi mayat Iswahyudi dari Sungai Brantas. Korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang untuk diidentifikasi. (ris)
Editor : May Aini L.A