KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menyayangkan rapat koordinasi jelang Ramadan 1443 H digelar sehari sebelum puasa, Jumat (1/4/2022). Rapat koordinasi itu diikuti Forkopimda Tulungagung.
Rapat tersebut dilakukan dengan agenda mendengarkan paparan Bupati Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Komandan Kodim 0807 Tulungagung, hingga Plt Kejari dan Ketua DPRD Tulungagung, terkait persiapan dan koordinasi penentuan kebijakan yang akan diambil Pemkab Tulungagung jelang Ramadan.
"Kenapa tidak seminggu dua minggu sebelumnya, kenapa baru besok mau puasa tapi sekarang dilaksanakan, terus kapan mau ada hasilnya," kata Ketua MUI Tulungagung, Gus Hadi.
Hadi mengatakan, rapat koordinasi yang mepet menandakan kurang seriusnya Pemkab Tulungagung dalam menentukan kebijakan soal pelaksanaan puasa di bulan Ramadan.
"Kita yang bingung sosialisasinya, mau kapan saya sosialisasi kalau besok itu sudah puasa," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengungkapkan, rapat koordinasi baru dilaksanakan karena surat edaran dari Menteri Agama baru dikirim Jumat pagi.
"Karena saya menerima SE itu baru tadi pagi, itulah yang kami jadikan dasar untuk melakukan rapat koordinasi, kalau tidak ada SE itu kita kan bingung juga mau menerapkan kebijakan," jelasnya.
Maryoto yakin, kendati dilaksanakan mepet namun masyarakat sudah cukup siap, apalagi Ramadhan kali ini pelaksanaan ibadah bisa dilakukan dengan lebih longgar tanpa mengesampingkan protokol kesehatan.
"Kami yakin masyarakat sudah siap, namun dengan berkumpul dan berdiskusi seperti ini kan semakin memperkuat silaturahmi," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman