KLIKJATIM.Com | Gresik — Ribuan manusia tumplek blek dalam prosesi shalat jenazah dan pengantaran almarhum KH Muchtar Djamil ke peristirahatan terakhir di Masjid Jami' Gresik, Senin malam, 14 Maret 2022.
Dalam suasana haru, para pelayat tak henti melafalkan kalimat dzikir La Ila Ha IllAlaah untuk mengiringi kepergian ulama bersahaja itu.
Jalanan sepanjang masjid Jami' hingga tempat pemakaman umum Tlogopojok macet lantaran panjangnya barisan pelayat yang mengantarkan jenazahnya hingga ke liang lahat.
Para tokoh berkumpul dalam prosesi shalat jenazah yang dipimpin KH Umar Toha.
Sosok KH Muchtar Djamil merupakan ulama yang masyhur di Kabupaten Gresik. Bahkan KH Muchtar Djamil sendiri dieknal sebagai, sosok budayawan dan sejarawan Gresik.
Beberapa Tokoh punya memori sendiri tentang Kyai yang wafat di usia 84 tahun ini.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun menyebut Mustasyar PCNU Gresik itu sebagai guru bangsa.
Bahkan, kecintaan dan keseriusannya menggali serta melestarikan sejarah Islam membuat KH Muchtar Djamil mendapat gelar khusus dari Kasunan Surakarta Hadiningriat. Yakni, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung KH Dwijo Muchtar Djamil Adipuro.
Kyai Tar, sapaan akrabnya juga menjadi sosok guru bagi Yani, baik dalam urusan pribadi hingga kedaerahan. Kenangan terakhirnya bersama almarhum yakni dalam rangkaian peringatan hari jadi Gresik ke-535.
"Ada pesan yang selalu saya ingat. Dimana ada madrasah dibuka, maka pintu neraka akan tertutup," tutur Yani.
Hal tersebut menjadi motivasi bagi bupati 37 tahun tersebut. Untuk terus berjuang memajukan Gresik dalam bidang pendidikan.
"Bahwasanya orang yang selalu berjuang dalam pendidikan, maka amal jariahnya akan terus mengalir sepanjang hayat," jelas dia.
Yani mengingat, hal tersebut sering kali diucapkan almarhum dalam berbagai kesempatan. Menggambarkan bentuk keprihatinannya terhadap minat anak muda dalam belajar sejarah agama Islam yang minim.
"Perjuangan beliau dalam pendidikan akan terus diingat. Tentu juga akan menjadi semangat bagi kami untuk terus memajukan pendidikan Gresik," tandas Yani.
Salah satu Budayawan Kabupaten Gresik Kris Adji AW menuturkan, KH Muchtar Djamil tak hanya berstatus Ulama, namun juga sangat memahami budaya dan sejarah, terutama di Gresik.
"Beliau tahu banyak tentang sejarah konten lokal Gresik mulai para auliyah Sunan Giri sampai Maulana Malik Ibrahim. Patut kiranya kami menyebut kamus berjalan tentang sejarah dan kebudayaan Gresik," bebernya. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Penyidikan kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, kini mulai mengarah…
Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
KLIKJATIM.Com | Bone – Upaya memperkuat produksi tebu nasional terus dipacu oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara…
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…
Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, kini mengantongi ruang fiskal baru untuk mengakselerasi pelaksanaan berbagai program…
Huawei Buka Gerai Resmi Pertama di Gresik, Sasar Konsumen hingga Bojonegoro
Huawei resmi membuka gerai pertamanya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berlokasi di lantai LG Icon Mall Gresik, tepat di samping Transmart, Huawei Store tersebu…