KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Lucu dan menggemaskan. Itulah kesan pertama saat berkunjung ke rumah Mujianto di Perumahan Griya Mapan Sentosa, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Di terasnya, terlihat puluhan kucing dari beberapa ras.
Anto, panggilan Mujianto merupakan salah satu breeder (peternak) kucing jenis bulu pendek atau shorthair. Diatarannya British Shorthair, Scottish Fold, dan Munchkin atau kucing kaki pendek. Ada 60 ekor kucing yang kini dimilikinya. Delapan merupakan indukan, yang beberapa diantaranya diimpor dari Rusia dan Ukraina.
Ia memulainya dari sekedar sekedar hobi sekitar 10 tahun lalu. "Breeding kucing itu nggak sembarangan, harus diperhatikan mulai dari keturunan, golongan darah, dan jenis rasnya. Yang paling penting insting breedingnya harus kuat," ucapnya, Senin, (14/3/2022).
British, Scottish Fold, dan Munchkin adalah kucing jenis bulu pendek asal Eropa. Mereka memiliki sertifikat pedigree (Ped) dari negara asalnya. Setiap jenis ras memiliki kelebihan masing-masing. Kucing jenis British memiliki ciri-ciri ukuran tubuh yang lebih besar daripada kucing domestik, Scottish Fold memiliki ciri telinga menutup ke depan, sedangkan kucing Munchkin memilih keunggulan pada kakinya yang pendek.
"Munchkin itu kakinya pendek jadi terkesan kucing cebol, sebenarnya itu kelainan tapi justru lucu sekali," jelasnya. Satu ekor anakan kucing non ped berusia 3 bulan dijual dengan harga Rp. 15 hingga Rp. 17 Juta, sedangkan anakan kucing bersertifikat pedigree dibanderol mulai Rp. 25 hingga 40 juta. Anto mengaku selama pandemi penjualannya meningkat drastis, banyak permintaan dari berbagai kota se Indonesia.
"Pandemi kemarin permintaan luar biasa, sampai kewalahan kita. Mungkin karena dampak PPKM jadi banyak orang menghabiskan waktu dan hiburan di rumah," katanya. Dalam sebulan, ia berhasil mendapatkan sekitar 20 anakan. “Penghasilan bersih per bulan bisa sekitar Rp 60 juta hingga 70 juta,” terangnya
Namun untuk perawatan, Anto harus merogoh kocek cukup dalam. Untuk perawatan satu ekor kucing membutuhkan dana Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta untuk membeli vaksin, makanan, vitamin dan grooming.
Alasan Anto memilih kucing jenis British Shorthair untuk di breeding, karena menurutnya jenis ini berbulu lebih padat, lembut dan perawatannya pun mudah. "Karakternya yang manja dan penurut sangat cocok sekali dijadikan hewan peliharaan di rumah, terutama untuk anak-anak," terangnya.
Ia menambahkan, memelihara kucing bisa untuk terapi anak autis. “Mereka rata-rata kan aktif. Sehingga dengan memelihara kucing ketenangan mereka terlatih,” imbuhnya. Saat ini, Anto terdaftar dalam organisasi World Cat Federation (WCF) yang berpusat di Eropa.(mkr)
Editor : Satria Nugraha