KLIKJATIM.Com | Tulungagung - PT KAI masih memperbaiki lokomotif kereta yang terlibat kecelakaan maut dengan bus Harapan Jaya di Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, pada Minggu (27/02/2022) yang lalu.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwitoko mengatakan, setelah melakukan perhitungan dengan detail akhirnya pihaknya memastikan total kerugian yang dialami akibat kecelakaan tersebut.
Ixfan menyebut, ada tiga komponen kerugian yang dialami oleh PT KAI.
Mulai dari kerugian karena kerusakan lokomotif dan gerbong kereta, lalu kerugian yang diakibatkan karena pengembalian bea dan service recovery serta kerugian karena keterlambatan jadwal sejumlah kereta sebagai imbad dari kejadian tersebut.
"Jadi ada tiga komponen kerugian yang kita hitung, seperti kerusakan loko kereta mulai dari kerusakan secara elektrik dan mekanisnya juga, hingga kerugian karena keterlambatan,"ujarnya pada Jumat (11/03/2022).
Ixfan mengungkapkan, kerugian akibat kerusakan lokomotif kereta sebesar Rp 442.577.972,-, kemudian kerugian akibat pengembalian bea dan service recovery sebesar Rp 1.401.500,- dan sianya adalah kerugian akibat keterlambatan pemberangkatan kereta api lain.
"Total kerugiannya lebih dari 400 juta rupiah, itu yang akan kita bebankan kepada pihak yang bertanggung jawab, kalau untuk kerugian keterlambatannya KA Singosari selama 145 menit dan KA Dhoho selama 267 menit." terang Ixfan.
Selanjutnya menurut Ixfan, beban kerugian tersebut akan diklaimkan ke PO Harapan Jaya yang merupakan perusahaan yang menaungi bus tersebut. (yud)
Editor : Iman