klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Selama 2 Bulan, Temuan Kasus DBD di Tulungagung 100 Lebih dengan 2 Kematian

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Fogging yang dilakukan oleh petugas kesehatan. (ist)
Fogging yang dilakukan oleh petugas kesehatan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Puncak merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2022 di Kabupaten Tulungagung telah lewat. Perbandingan dengan dua bulan sebelumnya, kini trenya mulai turun.

Sesuai data Dinas Kesehatan Tulungagung, jumlah temuan selama bulan Januari 57 kasus DBD dengan 1 kematian. Bulan Februari ada kenaikan dengan temuan 59 kasus dan 1 kematian. Sedangkan sampai awal bulan Maret ini baru menemukan 5 kasus dengan 0 kematian.

Temuan kasus tahun 2022 ini tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan temuan serupa pada periode yang sama tahun lalu.

"Sekarang sudah mengalami penurunan yang jauh banget. Moga-moga tidak ada kenaikan lagi, siklus nyamuk memang seperti itu. Ketika musimnya hujan, panas, hujan, panas, mereka malah bertelur dan menetas. Tapi kalau hujannya terus menerus setiap hari, mereka malah sulit berkembang biak," terang Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Didik Eka P, Kamis (10/3/2022).

Didik pun memastikan bahwa puncak temuan kasus terjadi pada minggu ke 7 tahun 2022 ini. Tepatnya adalah bulan Februari 2022.

Sebab dalam kurun waktu seminggu ada temuan hingga 18 kasus DBD. "Puncaknya sudah minggu ke 7 yang lalu, kita mendapati 18 kasus dalam 7 hari. Artinya rata-rata sehari bisa menemukan kurang lebih 2 kasus DBD," jelasnya.

Kendati sudah melandai, namun Didik meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih. Juga berupaya melakukan pencegahan tumbuhnya jentik nyamuk.

"Masyarakat jangan kendor dulu, tetap 3M dan selalu periksa potensi keberadaan jentik nyamuk di sekitar lingkungannya," pungkas Didik. (nul)

Editor :