klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mahalnya Harga Kedelai, Anggota DPR RI Subsidi Produsen Tempe Sidoarjo Rp1.000 per Kilogram

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin dan Anggota DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana saat berdialog dengan produsen tempe di Krian. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin dan Anggota DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana saat berdialog dengan produsen tempe di Krian. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Muhajirin memberikan subsidi kepada produsen tempe tahu di Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, untuk pembelian kedelai. Nilai subsidi yang diberikan adalah Rp1.000 per kilogramnya (kg).

Artinya, produsen bisa membeli kedelai seharga Rp10 ribu per kilogramnya setelah ada subsidi dari politisi Politisi Gerindra tersebut. Dan total nilai subsidi yang diberikan adalah sebanyak 10 ton kedelai.

“Kami mendengar keluhan pelaku UMKM pembuat tahu dan tempe di Krian, karena harga kedelai mahal. Maka itu saya membantu Rp10 juta untuk memberikan subsidi kepada mereka,” jelasnya usai mendengarkan keluhan dari produsen tempe di Sidoarjo, Rabu (23/2/2022) sore.

Namun, lebih lanjut Rahmat menerangkan bahwa angka stabil bagi produsen untuk membeli kedelai adalah seharga Rp9 ribu. “Mereka bilang kalau harga kedelai Rp10 ribu saja, keuntungan yang didapat sangat tipis. Lha, ini harganya sudah Rp11 ribu. Tentu ini berat bagi mereka,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan untuk harga kedelai yang selama ini diimpor dari tiga negara di Amerika, diperkirakan baru akan kembali normal sekitar bulan Septemper 2022. “Nah, kondisi cuaca di tiga negara tersebut buruk yang berdampak pada hasil panen kedelai. Ditambah permintaan luar biasa banyak dari Cina yang dipakai untuk pakan hewan ternak,” imbuhnya. 

Selanjutnya Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana yang juga istri Rahmat Muhajirin berharap pemerintah segera bertindak agar harga kedelai bisa segera turun. Agar para produsen tidak menjadi korban sehingga berhenti berproduksi.

“Pemerintah baik pusat maupun daerah harus mengakomodasi keluhan para perajin dan segera bertindak mencari jalan keluar agar harga kedelai turun,” harapnya. 

Sementara itu, Sunarso salah satu produsen mengatakan beberapa bulan terakhir harga kedelai merangkak naik hingga menyentuh angka Rp11 ribu/kg. “Kami harap harga kedelai bisa kembali Rp9 ribu. Agar kami dan karyawan bisa hidup. Agar makanan favorit ini tetap bisa disantap masyarakat,” ucapnya.

Jika ternyata harga kedelai tidak kunjung turun, Sunarso dan produsen temped tahu yang lain terpaksa akan menaikkan harga tempe atau memperkecil ukuran. (nul)

Editor :