klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkab Bojonegoro Adakan Festival Daur Ulang Sampah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat melakukan foto bersama peserta dengan mengunakan sampah yang di daur ulang menjadi baju
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat melakukan foto bersama peserta dengan mengunakan sampah yang di daur ulang menjadi baju

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan Festival daur ulang sampah. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa siswa-siswi dengan mengunakan baju dari sampah yang sudah di daur ulang menjadi baju yang berlangsung di Pendopo Malowopati.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan, dahulu orang menganggap bahwa sampah merupakan hal yang tidak berharga, namun sekarang sampah bisa diolah sebagai barang berharga dan menjadikan sesuatu yang menghasilkan.

"Maka dari itu, Bojonegoro selalu berusaha untuk melakukan upaya pengendalian serta pengelolaan daur ulang sampah," ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah Rabu (23/2/2022).

Menurutnya, dengan adanya acara seperti ini merupakan sebuah motivasi diri untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang lebih berharga dan bermanfaat. "Hari ini saya bangga dan mengapresiasi acara ini," kata Bupati perempuan pertama Bojonegoro

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Hanafi menambahkan, HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari. National Geographic melaporkan bahwa masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton setiap tahun.

Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Berdasarkan laporan sebuah penelitian yang diterbitkan Science Magazine pada Februari 2015 menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan. “Acara ini untuk meningkatkan kesadaran soal sampah dan kualitas manajemen pengelolaan bank sampah,” pungkasnya. (yud)

Editor :