klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Saat Ngamen, Grup Topeng Monyet Keliling di Tulungagung Diamankan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu barang bukti dari grup topeng monyet yang diamankan di Satpol PP Tulungagung. (Iman/klikjatim.com)
Salah satu barang bukti dari grup topeng monyet yang diamankan di Satpol PP Tulungagung. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Petugas gabungan mulai dari kepolisian, Satpol PP, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, mengamankan grup topeng monyet yang mengamen di simpang empat Al Muslimun, Senin (7/2/2022). Tepatnya di Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Ada 3 orang dan 1 ekor monyet yang telah diamankan. Ketiga orang ini pun menjalani pemeriksaan oleh Satpol PP setempat. Termasuk kondisi kesehatan hewannya juga langsung diperiksa oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung.

Kabid Trantibum Satpol PP Tulungagung, Yulius RI mengatakan modus yang dilakukan grup topeng monyet ini menggunakan monyet untuk menjalankan atraksi di simpang empat untuk meminta minta kepada pengguna jalan yang lewat. "Kita amankan 3 orang dari Cirebon dan satu ekor monyet betina. Mereka ini kita amankan saat beraksi di simpang empat Al muslimun Kecamatan Tulungagung Kota," ujarnya.

Atas kejadian ini pihaknya memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada 3 orang tersebut agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Untuk kondisi kesehatan hewan monyet tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri.

"Kita beri penindakan kepada orangnya yang melakukan aktivitas mengemis di simpang empat ini, untuk hewan dan lain lainnya itu kita koordinasi dengan Dinas Peternakan dan BKSDA. Kalau tadi informasi dari dokter hewannya, monyet dalam keadaan sehat dan tidak ada tanda-tanda penyiksaan," jelasnya.

Ketiganya mengaku baru 4 hari tiba di Tulungagung. Kemudian melakukan aksinya di simpang empat Al Muslimun.

Selama berada di Tulungagung, mereka memanfaatkan teras rumah penduduk maupun masjid untuk beristirahat dan tidur. Dalam sehari-hari, mereka mengaku bisa mendapatkan uang dari hasil mengamen hingga Rp150 ribu.

Uang tersebut digunakan untuk keperluan mereka. Termasuk membayar sewa monyet tersebut kepada pihak lain. (nul)

Editor :