KLIKJATIM.Com | Jombang--Perayaan tahun baru imlek di Kota Santri Jombang diwarnai dengan pertunjukan Wayang Potehi yang digelar terbuka untuk umum sebagai puncak acara.
Sebagai informasi, berdasarkan kutipan Wikipedia, Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.
Karimatul Maslahah (22), warga Kecamatan Jogoroto Jombang mengaku datang untuk menikmati hiburan wayang potehi. "Saya datang sama temen-temen untuk nonton hiburan wayang mbak, sebagai bentuk toleransi umat antar beragama juga," jelas gadis yang akrab dipanggil Ema ini.
Selain pertunjukan Wayang Potehi, pengunjung juga disuguhi makanan khas Imlek seperti Misoa yang memiliki makna mie panjang umur. Toni Hartono, selaku Ketua Klenteng Kecamatan Gudo, Jombang menjelaskan perayaan Imlek tahun ini, pihaknya belum bisa menggelar festival Barongsai seperti tahun-tahun sebelum pandemi.
"Rangkaian acaranya dari tadi malam sembahyang lalu puncaknya hari ini, ya pertunjukan itu (wayang potehi) saja," jelasnya pada Selasa (1/2/2022).
Dari pantauan di lokasi Klenteng Gudo Jombang, tidak tampak hadir perwakilan dari Pemkab Jombang, hanya tampak masyarakat sekitar yang turut menyaksikan pertunjukan wayang potehi sebagai partisipasi dan bentuk toleransi menghormati hari raya umat Khonghucu.
Di tahun Macan Air ini, secara pribadi pria yang juga pendiri Museum Potehi Gudo ini juga menyampaikan harapannya agar pandemi segera berlalu sehingga perayaan tahun baru imlek untuk tahun depan dapat dilaksanakan dengan meriah seperti tahun-tahun sebelum pandemi.
"saya berharap pandemi segera berakhir, agar kita bisa merayakan hari raya yang meria seperti dulu," tambahnya.(mkr)
Editor : May Aini L.A