klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Waspada Ancaman DBD di Surabaya, Begini Upaya Dinas Kesehatan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tampak masyarakat sedang memeriksa kondisi air di dalam bak kamar mandi. (Hilmi/klikjatim.com)
Tampak masyarakat sedang memeriksa kondisi air di dalam bak kamar mandi. (Hilmi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya terus berupaya melakukan penanganan dan penanggulangan terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota setempat secara maksimal. Terlebih pasca ditemukannya beberapa kasus di Surabaya, salah satunya di wilayah RW 10 Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo.

Kadinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina menuturkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi yang akan dilanjutkan penanggulangan dengan fokus penguatan PSN. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa benar-benar tidak ada jentik nyamuk. Juga lavarsidasi selektif untuk memberantas jentik penampungan air yang sulit dikuras, dan fogging fokus dalam rangka memutus mata rantai penularan apabila ditemukan adanya jentik atau nyamuk penular di wilayah tersebut. “Selanjutnya, upaya penting yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD adalah Gerakan 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik secara serentak dan terus menerus oleh seluruh masyarakat bersama stakeholder, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan bersama dengan puskesmas dan kader kesehatan lainnya,” ujarnya, Rabu (26/1/2022). Selain itu, dapat pula dilakukan upaya pencegahan lainnya untuk mengurangi risiko tergigit nyamuk. Salah satunya dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa nyamuk, menggunakan kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan baju panjang, serta menghindari aktivitas menumpuk barang-barang dan menggantung pakaian. Karena akan menjadi tempat peristirahatan nyamuk. Menurut Nanik, kondisi musim penghujan dengan curah hujan yang tidak menentu disertai cuaca panas memang menimbulkan potensi peningkatan populasi nyamuk dan tingkat agresifitas nyamuk vektor atau pembawa virus dengue. Makanya, kasus DBD di Kota Surabaya juga mengalami peningkatan di awal Januari 2022. “Berdasarkan data yang kami miliki, pada bulan Januari 2022 telah ada 31 kasus yang terkonfirmasi DBD dengan mayoritas menyerang anak usia 5-14 tahun,” katanya. Oleh karena itu, seluruh warga Surabaya diimbau untuk waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada jentik di lingkungannya masing-masing. Yakni mulai dari dalam maupun di luar rumah.

Dia juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan terus menguatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD. “Salah satunya dengan melakukan kerja bakti massal dan PSN serentak untuk memberantas tempat berkembangbiaknya nyamuk, menguatkan peran dan fungsi kader kesehatan untuk memantau lingkungan di masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, Dinkes akan terus melakukan konsultasi dengan ahli atau pakar terkait perkembangan kondisi infeksi dengue di Indonesia, melakukan pemeriksaan identifikasi spesies jentik di Kota Surabaya dari beberapa habitat pontensial lain. Selain air bersih yang dicurigai berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya jentik aedes, juga bisa pada genangan di selokan atau parit. “Berbagai upaya ini penting supaya kita bisa melakukan pencegahan yang lebih optimal. Jadi, ayo kita bersama-sama mencegah DBD dengan memberantas jentik,” pungkasnya. (nul)

Editor :