KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Toko yang ada di desa Ngrendeng kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung ini bisa disebut sebagai surga bagi pecinta benda antik.
Mulai dari emban akik, kul buntet, beragam minyak wangi wangian untuk ritual, dupa dan azimat hingga ratusan jenis patung berbagai ukuran tersedia disini.
Toko tersebut berada di rumah Almarhum Lamidi, salah satu pedangan barang antik yang namanya sudah banyak dikenal, bahkan oleh sejumlah pelanggan dari luar kota.
Kini toko tersebut dikelola oleh Dian Wahyuningsih, yang akrab disapa Mbak Yun.
Ditemui di tokonya, Mbak Yun nampak dengan sabar melayani pembeli yang memilih milih barang antik sesuai selera.
Mbak Yun menceritakan, ide berjualan barang antik ini sudah ada sejak tahun 70an, saat itu almarhum Lamidi menjajakan barang antik ini dari pasar ke pasar.
"Kalau mulainya ya sejak tahun 70an, mbah Lamidi itu jualan dari pasar ke pasar sampai ke Jakarta pernah, Bali juga pernah," ujarnya pada Rabu (12/01/2022).
Kemudian pada tahun 2000 awal, saat kondisi fisiknya mulai lemah, muncul ide menggelar dagagan di rumahnya sendiri.
Namun rupanya hal tersebut tidak membuat pelanggan dan relasinya dari luar kota berhenti, kiriman barang antik dari Solo dan Madura terus datang ke tokonya.
"Kalau barang barang ini ada yang dari Solo, ada juga yang dari Madura, macem macem mas," jelasnya.
Kendati tidak pernah menjualnya melalui jalur online, namun Mbak Yun kerap kali menerima pesanan yang harus dikirimkan melalui paket ke luar kota, seperti Mojokerto, Surabaya, Blitar dan lain sebagainya.
"Kirim barang pernah ke kota kota lain, biasanya itu yang sudah langganan, itu tinggal pesan kemudian kita kirimkan," jelasnya.
Patung berukuran sekitar 20 centimeter berwujud hewan, tokoh nasional, tokoh agama tertentu, hingga dewa dewi dan figur publik lainnya menjadi buruan penggemar barang antik.
Begitu juga dengan azimat, minyak kasturi, javaron dan beberapa benda lainnya, kerap dicari oleh pembeli.
"Kalau pas Pandemi ini ya pasti penjualan turun, karena ekonomi kan lagi sulit, tapi ya tetap ada yang nyari nyari," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman